TRIBUNWOW.COM - Kisah tragis menimpa seorang perempuan, Ernawati (23) beserta anaknya berinisial NMA (5) di Desa Tleter, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Rabu (13/5/2020).
Keduanya mendapatkan penganiayaan dari pelaku Supriyadi (38) berupa pemukulan menggunakan palu di bagian kepala hingga menyebabkan si anak meninggal.
Dilansir TribunWow.com dalam tayangan YouTube Official iNews, motif dari pembunuhan sadis tersebut tidak lain adalah karena asmara.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kaplores Temanggung, AKBP Muhamad Ali.
• UPDATE Remaja Slenderman Pembunuh Bocah di Jakpus, Rupanya Korban Pemerkosaan 2 Paman dan Kekasih
• MUI Perbolehkan Umat Muslim Salat Idul Fitri di Rumah saat Pandemi Corona, Ini Ketentuannya
Muhamad Ali menjelaskan bahwa kejadian berawal ketika pelaku Supriyadi (38) mengajak korban untuk menikah.
Pelaku mendatangi rumah korban untuk memastikan secara langsung.
Karena mengetahui korban sudah berkeluarga dan bahkan sudah mempunyai anak, pelaku akhirnya memintanya untuk menceraikan lebih dulu suaminya.
Namun ajakan tersebut mendapat penolakan dari korban.
Merasa tidak terima, pelaku akhirnya membunuh korban dengan memukulnya memakai palu.
Menurut Muhamad Ali, palu tersebut memang sudah disiapkan dari awal.
Karena pelaku juga sudah menyiasati andai kemungkinan ajakannya itu ditolak.
"Betul, jadi untuk kasus ini memang berlatarbelakang hanya berkaitan dengan asmara oleh kedua belah pihak, baik dari korban maupun tersangka," ujar Muhamad Ali.
"Jadi dari keterangan tersangka yang kita dapatkan bahwa tersangka berangkat menuju ke rumah korban itu sudah punya niat itu dengan membawa martil punya niatan seandainya nanti ajakannya untuk menikah untuk menceraikan suaminya tidak terlaksana maka dia memang mau membunuh si korban tadi," jelasnya.
• Sintya Wulandari, Gadis Yatim Piatu Asal Jepara Tewas Masih Pakai Mukena, Diduga Dibunuh saat Salat
Tidak hanya mencoba menghabisi Ernawati, pelaku juga membunuh anak dari korban.
Muhamad Ali mengatakan alasan pelaku ikut membunuh anak korban adalah karena pada saat itu bayi tersebut terbangun dan seketika langsung menangis.