Virus Corona

Soroti PSBB di DKI Jakarta, Ahli Epidemiologi Singgung Anies Baswedan: Gubernurnya juga Euforia

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERTIB - Pelaksanaan PSBB Kota Tangerang di Pintu Air 10, Jalan Sangego Raya, berlangsung tertib dan lancar, para pengendara sudah banyak yang mengenakan masker saat berkendara, Senin (20/4/2020). Petugas melakukan teguran kepada para pelanggar aturan PSBB atau yang tidak mengenakan masker. WARTA KOTA/NUR ICHSAN

Meskipun begitu, Kementerian Koordinator Perekonomian memprediksi PSBB sudah mulai dapat dilonggarkan pada bulan Juni mendatang.

Pandu Riono sebagai pakar epidemiologi kemudian menanggapi wacana tersebut.

"Mereka tidak memodelkan," komentar Pandu Riono.

Ia kemudian mengomentari cara kajian yang dilakukan Kemenko Perekonomian.

"Kemenko Perekonomian itu menetapkan tanggal-tanggal yang mereka tetapkan sendiri," papar Pandu Riono.

"Mungkin mengandalkan pemodelan yang bisa memprediksi tanggal," lanjut dia.

Menurut Pandu Riono, meragukan hasil kajian yang dilakukan Kemenko Perekonomian hanya berbasis data mereka sendiri.

"Kalau ada pemodelan yang sampai memprediksi tanggal, jangan dipercaya karena tidak mungkin," tegas Pandu.

Pandu menilai hasil rapat internal Kemenko Perekonomian tentang skema pelonggaran PSBB tidak tepat.

Ia kemudian mengungkapkan hal-hal yang harus diperhitungkan dalam wacana pelonggaran PSBB.

Ahli epidemologi Pandu Riono menilai PSBB belum siap dilonggarkan pada bulan Juni, Minggu (10/5/2020). (Capture Youtube KompasTV)

• Isu PSBB Dilonggarkan, dr Erlina Burhan Punya Permintaan ke Jokowi: Saya Tidak Bisa Membayangkan

"Saya tidak tahu dasarnya apa, tapi sebelum dibuka harus ada memenuhi tiga indikator penting," kata Pandu Riono.

"Yaitu indikator epidemologi, bahwa ada penurunan kasus yang konsisten selama dua minggu dan terus-menerus tidak naik turun," lanjut dia.

Selain itu, ia juga menyoroti tes massal untuk memetakan kasus positif Covid-19 di masyarakat.

Menurut Pandu Riono, minimnya tes Covid-19 dapat membuat data seolah-olah tampak kasus positif menurun.

"Dibarengi dengan peningkatan testing, bukan karena testingnya yang terbatas sehingga kasusnya menurun," kata Pandu.

Halaman
1234