Terkini Daerah

Terungkap, Asal Usul Uang Palsu Wanita di Tebet: Butuh Duit, Dia 'Melayani' Orang di Taman Lawang

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wanita di Tebet diamankan oleh pihak kepolisian setelah sempat diduga mengedarkan uang palsu, Minggu (10/5/2020).

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian berhasil menyelidiki dari mana sumber uang palsu yang digunakan oleh seorang wanita di Tebet, Jakarta Selatan.

Setelah dilakukan penyelidikan, wanita tersebut bukanlah pengedar atau sengaja menggunakan uang palsu.

Diketahui dirinya juga menjadi korban atas peredaran uang palsu tersebut.

Seorang wanita di Tebet sempat diduga sengaja menggunakan uang palsu, namun tuduhan tersebut dipatahkan oleh Kapolsek Tebet Kompol Imran Gultom yang menyebut wanita yang bersangkutan juga menjadi korban. (Instagram/@jakartainformasi)

Sakit Hati Putrinya Diperkosa, Pria di Bekasi Gunakan Linggis Habisi Nyawa Pasutri di Malam Hari

Dikutip dari TribunJakarta.com, Selasa (12/5/2020), setelah dilakukan penyelidikan terungkap uang tersebut berasal dari seorang hidung belang.

Kapolsek Tebet Kompol Imran Gultom mengatakan bahwa wanita yang bersangkutan mendapatkan uang tersebut setelah memberikan pelayanan terhadap pria hidung belang.

"Dia butuh duit, jadi dia 'melayani' orang di Taman Lawang," kata Imran saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2020) malam.

Imran mengatakan setelah mendapat uang dari pria hidung belang itu, wanita yang bersangkutan langsung ke pasar untuk berbelanja.

Ia mengatakan wanita tersebut sama sekali tidak menyadari maupun curiga uang yang ia pegang saat itu adalah uang palsu.

"Duitnya dia pakai buat beli magic com (penanak nasi), nggak tahunya duit palsu," ujar Imran.

Kronologi Penumpang Taksi Online Meninggal Dalam Mobil, Sempat Kejang-kejang dan Batuk

Tak Ditahan karena Jadi Korban

Imran mengatakan wanita tersebut tidak akan ditahan lantaran dirinya juga menjadi korban.

"Dia juga korban, tidak tahu kalau uangnya palsu," kata Imran saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2020) malam.

"Jadi tidak kita tangkap, tidak ditahan, hanya kita sempat amankan dan minta keterangan yang bersangkutan," ujar dia.

Imran mengatakan uang palsu yang digunakan berupa pecahan sebesar Rp 100 ribu.

Ia meminta agar masyarkat lebih awas terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Halaman
12