TRIBUNWOW.COM - Ahli Epidemiologi Pandu Riono menanggapi perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta grafik pertumbuhan kasus Virus Corona segera turun di bulan Mei.
Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan saat dihubungi dalam Kompas TV, Minggu (10/5/2020).
Sebelumnya Jokowi menargetkan pertumbuhan kasus positif Virus Corona (Covid-19) harus turun dengan cara apapun.
• Soal Ungkapan Jokowi Berdamai dengan Virus Corona, Rocky Gerung: Statement Putus Asa
Mendengar imbauan tersebut, Pandu Riono menilai sebetulnya hal itu dapat saja dilakukan.
Awalnya, ia menyoroti isu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang rencananya akan dilonggarkan pada bulan Juni mendatang.
Pandu Riono menegaskan pemerintah harus benar-benar yakin dengan data di lapangan sebelum membatalkan PSBB.
"Perbaiki dulu sistemnya, kemudian kita melihat konsistensi dari betulkah jumlah kasus, betulkah jumlah suspect, betulkah jumlah kematian bisa dalam waktu 14 hari terus menurun?" kata Pandu Riono.
"Kalau masih naik turun, kita masih belum yakin," lanjutnya.
Ia menyebutkan PSBB yang tidak dilakukan total di seluruh daerah akan menghambat turunnya jumlah kasus baru.
"Kedua, yang mau dilonggarkan wilayah mana? Kalau wilayah yang sekarang ini dilakukan PSBB masih beberapa wilayah saja, tidak mungkin kita melonggarkan di seluruh Indonesia," papar Pandu.
"Juga mana yang bisa dilonggarkan, tentu yang risikonya paling ringan," tambahnya.
Pandu Riono menyebutkan banyak faktor yang harus diperhitungkan dalam pelonggaran PSBB.
"Direncanakan boleh, tapi direncanakan dengan baik," jelas ahli epidemiologi Universitas Indonesia ini.
"Lebih baik internal di dalam dengan ahli dengan lintas sektoral, sehingga menjadi matang. Kalau memang sudah waktunya melakukan pelonggaran," tambahnya.
• Sebut Jokowi Marah Besar, Pakar Epidemiolog Ini Singgung Target Corona: Kok Enggak Turun-turun?
Pandu kemudian membahas perintah Jokowi yang meminta kurva kasus segera turun pada bulan Mei.