Terkini Internasional

Aksi Pencurian Mobil Besar-besaran Terjadi di Selandia Baru, Dilakukan melalui Jalanan yang Lengang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jucy dikenal untuk layanan sewa mobil van. Para pencuri menemukan mobil-mobil dibiarkan tak terkunci dan kunci mobil ada di dalam kendaraan

Selandia Baru berada di bawah karantina tingkat 4, dengan aturan-aturan yang lebih ketat dibandingkan negara-negara lain.

Jucy mencoba untuk menjalankan peran mereka. Beberapa van mereka yang besar – yang dilengkapi dengan toilet dan ruang mandi – digunakan sebagai rumah isolasi bagi beberapa orang yang tak punya tempat untuk mengkarantina diri.

Perusahaan ini juga menggunakan mobil mereka sebagai layanan pengantar makanan.

Ketika berita pencurian mobil ini menjadi berita, terjadi gelombang dukungan.

“Masyarakat berada di belakang Jucy,” kata Ruddenklau dari Jucy.

Perusahaan ini mendapat papan iklan gratis dan mengumumkan mobil mereka dicuri.

Warga memberi tahu polisi ketika mereka mencurigai iklan mobil dijual kelewat murah di media daring.

Hasil Riset Universitas di Singapura, Wabah Covid-19 di Indonesia Diprediksi Berakhir 7 Oktober 2020

'Polisi dan masyarakat sangat luar biasa'

Pada akhirnya, karantina yang menyebabkan terjadinya pencurian, juga menyediakan jalan keluar bagi pencurian itu.

Kata polisi, keadaan Selandia Baru yang sangat tenang sangat memudahkan untuk melacak mobil-mobil tersebut dan para pencurinya.

Satu demi satu, mobil-mobil itu terlacak dan dikembalikan ke Jucy.

Sejauh ini sudah ada 85 mobil yang kembali, dan 29 orang ditangkap terkait pembobolan tersebut.

Kebanyakan dari mereka terkait dengan geng setempat, kta polisi.

Pembobol itu juga tampaknya tidak terencana dengan baik, dan para pencuri tidak memikirkan dengan baik rencana pencurian mereka.

Jucy mendapat kejutan tetapi mobil-mobil mereka kembali dan siap berbisnis lagi sekiranya karantina dicabut.

Halaman
1234