Virus Corona

Pelayanan Medis Indonesia Disebut Paling Rendah oleh Thailand Dilihat dari Perbandingan Dokter

Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi - Paramedis Puskesmas Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memeriksa pasien dengan menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri (APD), Senin (30/3/2020). Dalam menghadapi wabah virus corona (Covid-19), petugas paramedis terpaksa menggunakan jas hujan sebagai usaha perlindungan diri karena APD medis terbatas cuma ada empat set yang dikirim oleh Dinkes Kabupaten Bogor. Warta Kota/Alex Suban

TRIBUNWOW.COM - Penanganan kasus Virus Corona di Indonesia jadi sorotan.

Media daring asal Thailand diketahui menyebut Indonesia adalah negara paling terdampak akibat penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Media tersebut juga mengatakan Indonesia sebagai negara dengan pelayanan medis paling rendah di kawasan Asia Tenggara.

Menanggapi pemberitaan tersebut, juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona atau Covid-19, Achmad Yurianto tak ambil pusing.

Yuri, begitu ia disapa, enggan berkomentar banyak dan meminta untuk membiarkan hal tersebut.

Minta Pemerintah Wujudkan Target untuk Akhiri Corona, Pandu Riono: Agustus Merdeka dari Covid-19

Tanggapi Bansos Corona Salah Sasaran, Kemensos Jelaskan Alur Data: Kami Punya Prinsip Efektivitas

"Biar saja," ujar Yuri, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (28/4/2020).

Sebelumnya diberitakan, sebuah media daring asal negeri Gajah Putih yaitu Thailand menyebut Indonesia negara yang paling parah terdampak akibat penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Dikutip dari Bangkok Post Senin (27/4/2020), Indonesia negara terpadat keempat di dunia memiliki tingkat kematian terburuk Covid-19 di Asia Tenggara yaitu 8,4 persen lebih tinggi dari tingkat kematian secara global yaitu 6,95 persen, selain Filipina.

Sementara itu tingkat kematian di Filipina mencapai 6,6 persen.

Indonesia disebut sebagai negara yang memiliki pelayanan medis paling rendah di kawasan Asia Tenggara yang hanya memiliki 4,27 dokter untuk setiap 10.000 orang berdasarkan data dari badan kesehatan dunia (WHO).

Sementara negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina diperkirakan memiliki 6 untuk setiap 10.000 orang dan Singapura memiliki 22,9.

Indonesia sendiri memilih untuk tidak melakukan pembatasan sosial berskala nasional seperti yang dilakukan negara-negara lainnya untuk mencegah penyebaran virus.

Sopir Ambulans Tidak Jujur, Pemulasaran Jenazah Corona di Garut Akhirnya Dilakukan di Pinggir Jalan

Iis Dahlia Khawatirkan Suami di Tengah Wabah Corona, Nagita Slavina: Setiap Terbang Pasti Diocehin?

Sebagai gantinya kota-kota besar yang di duga menjadi episentrum penyebaran virus dikunci dan lebih dari dua pertiga dari 279 juta penduduknya melakukan isolasi mandiri.

Adapun infeksi diduga telah menyebar ke 280 kota di seluruh Nusantara.

Puncak pandemi di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada bulan Mei dan Indonesia sendiri telah mencatat angka total korban tewas tertinggi di Asia, setelah China dan India.

Halaman
12