"Tapi saya pribadi tidak ingin mempersoalkan dalam pengertian begini," ujar Refly.
Pria 50 tahun ini mengatakan bahwa sebenarnya pencopotan itu bisa digugat ke pengadilan.
Namun hal itu menurutnya akan aneh jika dilakukan.
"Kalau saya persoalkan ini dalam ranah hukum saya punya peluang untuk memenangkan gugatan itu dalam peradilan Tata Usaha Negara."
"Tapi coba bayangkan Refly Harun menggugat pemberhentiannya, penggantiannya sebagai Komisaris Utama, apa kata dunia?" kata dia.
• Ngaku Tak Benci Jokowi, Refly Harun Sebut Sampaikan Kritik karena Hal Ini: Bukan untuk Menghina
Dia mengaku tak ingin dianggap ingin terus mendapat jabatan.
"Nanti dunia menganggap bahwa saya ingin terus menerus menjadi Komisaris Utama, padahal saya pribadi dalam kesempatan ini ya berterima kasih kepada negara, kepada pemerintah yang sudah memberi kepercayaan pada saya sebagai Komisaris Utama," katanya.
Refly mengatakan dirinya memang sudah menduga cepat atau lambat akan dicopot sebagai Komut.
Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum dirinya sering mengkritisi pemerintah.
"Dan saya kira diganti atau tidak diganti itu soal soon or later (cepat atau lambat)."
"Apalagi kalian tahu bahwa sikap saya pada pemerintahan, saya berusaha sejujurnya," katanya.
Lihat videonya mulai menit ke-3:15:
Minta Tanya Langsung ke Erick Thohir
Pada kesempatan yang sama, Refly secara terang-terangan mengaku sebenarnya malas membahas masalah tersebut.
"Banyak pertanyaan diajukan ke saya, termasuk seputar pemberhentian atau penggantian saya sebagai Komisaris Utama di Pelindo I."
"Saya sebenarnya agak malas menjawab ini karena terlalu personal," kata Refly.