Virus Corona

Prediksikan 200 Ribu Kasus Baru Virus Corona, Pakar Epidemiologi: Buat Apa Mudik kalau ke Alam Baka?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Pandu Riono dalam tayangan YouTube Kompas TV, Senin (27/4/2020).

TRIBUNWOW.COM - Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Pandu Riono kembali mengingatkan masyarakat soal risiko mudik di tengah pandemi Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, Pandu Riono menyebut mudik dalam waktu dekat hanya akan menimbulkan masalah baru.

Bahkan, menurut dia mudik dapat mengancam nyawa pemudik maupun sanak keluarga di kampung halaman.

Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Kompas TV, Senin (27/4/2020).

Lihat Foto Polisi menghalau mobil bus yang membawa penumpang di jalan tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Soal Larangan Mudik, Karni Ilyas Soroti Warga yang Nekat Lalui Jalan Tikus: Mau Nyolong ke Mana?

Tak Hanya Pengendara Mobil, Pemudik yang Pakai Motor Juga akan Dipaksa Putar Balik

Pada kesempatan itu, Pandu Riono menjelaskan mudik bisa memperbesar risiko penularan Virus Corona di daerah.

Jika terjadi angka mudik separuh dari tahun lalu, Pandu memprediksi akan ada lonjakan Virus Corona hingga 200 ribu kasus baru.

"Jadi mudik itu adalah eksodus atau perbesaran yang kita lihat bisa memberikan dampak ke daerah tujuan mudik," terang Pandu.

"Kita melakukan pemodelan, ternyata kalau dari separuh dari pemudik yang tahun lalu itu bisa memberikan dampak peningkatan kasus yang cukup besar sampai 200 ribu dari kasus yang ada."

Bahkan menurut dia, tak hanya lonjakan kasus, angka kematian akan meningkat tajam seiring dengan banyaknya masyarakat yang mudik.

Pandu menjelaskan, lonjakan angka kematian tersebut disebabkan karena fasilitas kesehatan penanganan Virus Corona yang belum memadai di daerah.

"200 ribu ini akan ada di kampung halaman yang jauh dari pelayanan kesehatan yang memadai," jelas Pandu.

"Sehingga angka kematiannya akan tinggi, jadi tidak hanya kasus baru saja tapi menimbulkan kematian karena kapasitas layanan kesehata di daerah sangat terbatas."

Benarkah Kasus Corona di DKI Jakarta Melambat seperti yang Disampaikan Doni Monardo? Cek Faktanya

Karena itu, Pandu mengimbau warga agar tak nekad mudik ke kampung halaman.

Sebab, selain membahayakan diri sendiri mudik juga dinilainya bisa mengancam nyawa orang lain.

"Sebagian dari mereka akan membutuhkan ICU, sebagian dari mereka akan membutuhkan ventilator," jelas Pandu.

Halaman
123