TRIBUNWOW.COM - Rumah sakit di Kota Solo menerapkan sistem rolling jaga kepada tenaga medis Covid-19.
Sorang perawat mengaku merasa deg-deg an dan takut saat menunggu giliran berjaga.
Bahkan ia menyebut rasanya seperti menunggu giliran sidang skripsi.
Sistem rolling jaga tersebut diberlakukan sejak pasien Covid-19 di rumah sakit di Solo itu mulai bertambah.
Awalnya, seorang perawat berinisial NN (bukan nama sebenarnya) terkejut saat mendengar pasien pertama Covid-19 di Solo meninggal dunia.
Setelah itu dilakukan proses skrining riwayat kontak dengan pasien terhadap tenaga medis maupun non medis di rumah sakit tersebut.
Beruntungnya, ia tidak termasuk dalam hitungan yang menjalani karantina.
• Andrea Dian Cerita Kejadian Pasien Virus Corona Gigit Perawat: Dia Ada Bekas di Tangannya Gitu
Ia mengaku semakin lega saat tahu pasien tersebut tidak dirawat di posnya bekerja.
"Lega meski khawatir dengan keadaan teman-teman yang menjalani karantina juga," tutur dia.
Tak berselang lama, rumah sakit tempatnya bekerja kembali mendapat seorang pasien yang memiliki gejala Covid-19.
"Jeda sekira 2 hari, kami merawat pasien, waktu itu skrinning /scoring pasien PDP belum seketat sekarang ini," ujar dia.
Dikutip dari TribunSolo.com, Senin (27/4/2020), NN sempat mengaku jengkel lantaran APD yang dikenakannya belum standard isolasi.
"Pasien yang masuk karena emergency ternyata setelah dilihat hasil lab dan rontgen ternyata mengarah ke PDP, padahal APD yang kami pakai saat itu belum standard isolasi," tambahnya.
Kemudian, sistem rolling diterapkan selama merawat pasien Covid-19 di rumah sakit tempatnya bekerja.
NN mengaku saat menunggu giliran berjaga seperti menunggu giliran sidang skripsi.
• Karena Covid-19, Ganindra Bimo Nyesal Perkataannya pada Andrea Dian Jadi Nyata: Ngapain Ada Kamu