Namun, Refly menyayangkan Andi Taufan yang mundur tanpa mengaku kesalahan terkait menyurati Camat se-Indonesia dengan kop Sekretariat Kabinet.
"Hanya sayangnya dalam suratnya yang bersangkutan tidak mau mengaku, bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggaran etika yang menurut saya cukup berat."
"Pertama dia tidak tahu Tupoksi Staf Khusus Presiden sehingga ikut cawe-cawe dalam implementasi sebuah kebijakan, lalu menunjuk perusahannya sendiri, menggunakan kop Sekretariat Kabinet pula," jelas Refly.
• Kata Jokowi soal Mundurnya Belva Devara dan Andi Taufan dari Stafsus: Mereka Telah Banyak Bantu Saya
Sehingga, Refly merasa Andi masih belum berani mengungkapkan kesalahannya.
"Jadi alasan dia adalah dia ingin terjun ke masyarakat dan lain sebagainya, jadi kurang gentle juga," lanjutnya.
Lihat videonya mulai menit ke-7:10:
Puji Belva Gentle
Sebelumnya, Refly Harun juga mengomentari CEO Ruangguru sekaligus Staf khusus presiden yang baru saja mengundurkan diri, Belva.
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube pribadi Refly Harun pada Jumat (24/4/2020), Refly mengatakan bahwa Jokowi punya alasan mengapa dulu memilih Belva menjadi stafsus.
• Soroti Kontroversi Stafsus Milenial, Refly Harun Puji Belva Devara yang Undurkan Diri: Gentle Sekali
Kredibilitas Ruangguru dalam dunia pendidikan pasti menjadi satu di antara faktor mengapa Belva dipilih.
"Ya memang kalau Ruangguru abal-abal mungkin tidak tertarik juga presiden menjadikan Belva sebagai staf khusus Millenial," ujar Refly.
Lalu, ia menyinggung saat Jokowi memperkenalkan tujuh staf milenialnya pada enam bulan lalu.
"Yang dibangga-banggakan Presiden Jokowi dengan menampilkan tujuh orang seperti etalase 'nih lihat presiden dibantu oleh tujuh orang staf milenial'."
"Ternyata di perjalanan baru beberapa bulan tiga orang bermasalah," ungkap dia.
Kemudian, ia menyebut ada tiga stafsus yang menurutnya sudah melakukan kesalahan.
• Refly Harun Buka Instagram Belva terkait Undur Diri jadi Stafsus: Sebagian dari Kita Cuma Bermimpi