Virus Corona

Larangan Mudik Berlaku 24 April, Kemenhub Sebut Ada yang Curi Start: Angkanya Sudah Kita Prediksi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan masih ada masyarakat yang mencuri start untuk tetap mudik.

Tidak hanya moda transportasi umum, petugas juga akan memberhentikan kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor pada setiap check poin yang telah disediakan.

"Untuk semua moda transportasi umum yang diperuntukan bagi penumpang, termasuk kendaraan pribadi dan sepeda motor, kecuali adalah untuk angkutan logistik atau angkutan barang, ini akan tetap beroperasi seperti biasa," ungkapnya.

Namun untuk yang dikecualikan adalah kendaraan yang bersifat logistik dan mempunyai kepentingan sebagai layanan masyarakat, seperti ambulans atau pemadam kebakaran.

"Pengecualian tentu ada, karena kita juga sadari ini ada petugas-petugas yang memang karena penugasannya dan juga karena sifatnya layanan masyarakat atau mungkin strategi yang dibutuhkan."

"Selain itu akan terkena pelarangan," pungkasnya.

Simak videonya:

Antisipasi Masyarakat Nekat Mudik, Ganjar: Kita Tidak sedang Kucing-kucingan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Apalagi hari ini, Selasa (21/4/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik, yang berlaku untuk semua masyarakat.

Larangan mudik tersebut akan berlaku mulai Jumat (24/4/2020) mendatang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku tidak ingin adanya campur tangan urusan politik di tengah pandemi Virus Corona. (Youtube/tvOneNews)

• Tindak Lanjut Larangan Mudik, Menhub Luhut Pandjaitan Tutup Akses Keluar Masuk Jabodetabek

Meski begitu, Ganjar mengakui dalam implementasinya di lapangan nanti tentu tidak akan berjalan mudah.

Dilansir TribunWow.com dalam acara Kabar Petang yang tayang di Youtube tvOneNews, Selasa, Ganjar mengatakan kemungkinan masyarakat yang nekat mudik tetap akan ada.

Apalagi, pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dirasa tidak bisa membendung sepenuhnya.

Oleh karenanya, menurut Ganjar, hal tersebut kembali lagi pada kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengaku tidak ingin istilahnya kucing-kucingan atau kejaran-kejaran dengan masyarakat.

Halaman
123