Khofifah menegaskan bahwa orang jualan masih diizinkan namun tak boleh ada aktivitas pembeli di tempat.
"Kewenangan untuk bisa memberikan misalnya satu keputusan boleh buka warung, tapi tidak boleh ada kursi di dalamnya."
"Lalu boleh jualan nasi goreng atau apa di pinggir jalan, tapi tidak boleh ada bangku di situ, nah mereka boleh jualan tapi drive thru atau take away," ungkapnya.
"Kewenangan seperti ini tidak ada di Pemprov tapi kewenangan kota," imbuh Khofifah.
Selain itu dalam pelaksanaan PBB ini, TNI dan Polri bahkan berpatroli hingga masuk ke gang-gang kecil.
"Hari ini pun dengan TNI dan Polri juga sudah masuk ke gang-gang kecil di mana kasus pertama muncul di Surabaya," ucap dia.
Lihat videonya mulai menit ke-4:26:
Anies Minta Masyarakat Tiru Vietnam
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa penanganan Virus Corona harus dilakukan secara serius.
Hal itu diungkapkan Anies Baswedan melalui sambungan telepon acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (14/4/2020).
Anies Baswedan mengatakan bahwa Indonesia harus meniru beberapa negara yang disiplin menerapkan pembatasan sosial.
• Tuduh WHO Bias Terhadap China, Donald Trump Hentikan Pendanaan di Tengah Pandemi Virus Corona
Mulanya, Anies mengajak agar semua pihak diajak bekerja sama terkait pembatasan sosial.
Dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, pihaknya akan memberikan bantuan kepada warga kurang mampu.
"Saya ingin mengajak semuanya bahwa namanya memang pembatasan sosial tapi ini harus menjadi kesempatan untuk membangun solidaritas sosial."
"Di satu sisi pemerintah akan siapkan programnya bahkan kami di Jakarta karena pelaksanaan program nasional mulai tanggal 20an maka kemarin kita mulai untuk membagikan di antaranya, karena kita mulai PSBB Jumat kemarin," kata Anies.