Virus Corona

BIN Sebut Tren Kasus Corona Kian Menurun, Akurasi Prediksi 99 Persen: Naik Kalau Ada Orang ke Daerah

Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wawan Purwanto Deputi VII Kominfo BIN menjelaskan apa saja faktor-faktor yang menyebabkan angka Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan, Kamis (16/4/2020).

TRIBUNWOW.COM - Wawan Purwanto Deputi VII Kominfo Badan Intelijen Negara (BIN) menjelaskan soal prediksi BIN terkait pandemi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Wawan mengatakan sampai saat ini angka kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan, dan diprediksi akan terus menurun.

Faktor penurunan menurut Wawan disebabkan oleh adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta mulai tumbuhnya kesadaran warga untuk mematuhi anjuran pemerintah terkait penanganan Covid-19.

Sejumlah orang tua dengan mengenakan masker berjemur di bawah sinar matahari pagi di Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Berjemur di waktu pagi pukul 9.00-10.00 atau sore pukul 14.00-15.00 di tengah pandemi virus corona (Covid-19), selain mengoptimalkan pertumbuhan tulang, Vitamin D juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai penyakit yang masuk ke tubuh, termasuk virus corona. Terbaru, ilustrasi masyarakat menerapkan anjuran pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

 

Bayar Rp 15 Juta untuk Antar Jenazah Corona, Keluarga Korban Justru Bela Pihak Ambulans

Pada acara APA KABAR INDONESIA PAGI, Kamis (16/4/2020), awalnya Wawan menjelaskan apa saja kontribusi BIN dalam membantu menangani pandemi Covid-19.

Ia mengatakan BIN ikut bekerja sama dengan sejumlah kementerian, lalu merangkul para pakar virologi untuk menciptakan obat-obat yang dapat mempercepat proses penyembuhan pasien Covid-19.

Selain meneliti obat-obatan, BIN juga aktif berpartisipasi melakukan donasi Alat Pelindung Diri (APD) kepada pihak-pihak yang membutuhkan seperti rumah sakit, lembaga penelitian, dan universitas.

Wawan lalu menjelaskan soal prediksi BIN yang pernah dipaparkan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Prediksi tersebut menyebutkan bahwa puncak pandemi Covid-19 akan terjadi di akhir Juli dengan jumlah 106 ribu kasus.

Ia mengatakan prediksi dibuat agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah dini guna mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk terjadi.

"Early warning (peringatan dini) ini harus disampaikan upaya-upaya apa supaya ini bisa tidak terjadi," kata Wawan.

Dengan berbekal prediksi tersebut, Wawan mengatakan BIN terus menekan pemerintah agar segera mengambil kebijakan.

Wawan lalu bercerita setelah pemerintah mengambil langkah-langkah penanganan Covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini angka kasus Covid-19 di Indonesia telah mengalami penurunan.

"Terlihat sekali sekarang mulai mengalami penurunan," ujarnya.

Ia kemudian meluruskan kembali mengenai prediksi total 106 ribu kasus pada bulan Juli.

Wawan menjelaskan bahwa angka tersebut diambil saat pemerintah Indonesia belum memiliki banyak kebijakan penanganan Covid-19 seperti saat ini.

Saat ini berdasarkan data BIN, kenaikan hanya terjadi apabila ada mobilitas orang dari episentrum pandemi Covid-19 ke daerah-daerah lainnya.

Halaman
123