TRIBUNWOW.COM - Wawan Purwanto Deputi VII Kominfo Badan Intelijen Negara (BIN) menjelaskan soal prediksi BIN terkait pandemi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia.
Wawan mengatakan sampai saat ini angka kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan, dan diprediksi akan terus menurun.
Faktor penurunan menurut Wawan disebabkan oleh adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta mulai tumbuhnya kesadaran warga untuk mematuhi anjuran pemerintah terkait penanganan Covid-19.
• Bayar Rp 15 Juta untuk Antar Jenazah Corona, Keluarga Korban Justru Bela Pihak Ambulans
Pada acara APA KABAR INDONESIA PAGI, Kamis (16/4/2020), awalnya Wawan menjelaskan apa saja kontribusi BIN dalam membantu menangani pandemi Covid-19.
Ia mengatakan BIN ikut bekerja sama dengan sejumlah kementerian, lalu merangkul para pakar virologi untuk menciptakan obat-obat yang dapat mempercepat proses penyembuhan pasien Covid-19.
Selain meneliti obat-obatan, BIN juga aktif berpartisipasi melakukan donasi Alat Pelindung Diri (APD) kepada pihak-pihak yang membutuhkan seperti rumah sakit, lembaga penelitian, dan universitas.
Wawan lalu menjelaskan soal prediksi BIN yang pernah dipaparkan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.
Prediksi tersebut menyebutkan bahwa puncak pandemi Covid-19 akan terjadi di akhir Juli dengan jumlah 106 ribu kasus.
Ia mengatakan prediksi dibuat agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah dini guna mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk terjadi.
"Early warning (peringatan dini) ini harus disampaikan upaya-upaya apa supaya ini bisa tidak terjadi," kata Wawan.
Dengan berbekal prediksi tersebut, Wawan mengatakan BIN terus menekan pemerintah agar segera mengambil kebijakan.
Wawan lalu bercerita setelah pemerintah mengambil langkah-langkah penanganan Covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini angka kasus Covid-19 di Indonesia telah mengalami penurunan.
"Terlihat sekali sekarang mulai mengalami penurunan," ujarnya.
Ia kemudian meluruskan kembali mengenai prediksi total 106 ribu kasus pada bulan Juli.
Wawan menjelaskan bahwa angka tersebut diambil saat pemerintah Indonesia belum memiliki banyak kebijakan penanganan Covid-19 seperti saat ini.
Saat ini berdasarkan data BIN, kenaikan hanya terjadi apabila ada mobilitas orang dari episentrum pandemi Covid-19 ke daerah-daerah lainnya.