Pada bulan Maret 2020, tuduhan Ai Fen atas pihak otoritas China yang mencegahnya dan rekannya memberikan peringatan pada dunia tentang Virus Corona tersebut dipublikasikan oleh Majalah People (Renwu).
Pengakuannya tersebut dimuat dengan judul "Seseorang yang Memasok Peluit".
Dalam penuturannya, Ai Fen juga menyebutkan bahwa atasannya sempat melakukan berbagai cara untuk membungkam mulutnya.
Seperti yang dikutip dari Kompas.com, Sabtu (4/4/2020), Ai Fen menyatakan dirinya pernah disebut merusak masa depan Wuhan.
"Pikiran saya kosong. Dia tidak menegur karena saya tak bekerja keras. Saya dianggap sudah merusak masa depan Wuhan. Saya putus asa," keluh Ai Fen.
• 8,5 Juta Pelanggan PLN Sudah Dapat Token Gratis, Ini Cara Akses Situs www.pln.co.id dan via WhatsApp
Penuturan Ai Fen tersebut diketahui telah dihapus oleh majalah terkait tanpa alasan yang jelas.
Sementara itu, menurut pengakuan keluarga dan teman-temannya, Ai Fen diketahui telah menghilang selama 2 minggu.
Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Gawat Darurat di Rumah Sakit Pusat Wuhan.
Unggahan terakhir di akun Weibo-nya pada Rabu (1/4/2020), Ai Fen memasang sebuah gambar disertai tulisan yang berbunyi "Sebuah sungai, jalan, jembatan, dan jam yang berdentang,". (TribunWow.com/Noviana)