Virus Corona

Belum Seminggu Lockdown, India Kacau: Buruh Harian Tak Punya Cukup Uang Buat Makan hingga APD Langka

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para pekerja migran jalan kaki di India karena tak punya uang untuk naik bus, setelah wilayahnya dilockdown.

TRIBUNWOW.COM - Kekacauan terjadi di India, yang belum genap seminggu menerapkan lockdown, untuk atasi Virus Corona.

Diketahui, kebijakan tersebut membuat pabrik-pabrik tutup, dan transportasi juga dibatasi dengan ketat.

Akibatnya, banyak warga yang kerja harian tak punya uang cukup untuk bertahan hidup.

Tak hanya itu, stok alat pelindung diri (APD) dan masker N-95 juga semakin langka di negara terpadat ke-2 di dunia itu.

Berikut deretan kekacauan di India, sejak pemerintah menerapkan lockdown paa Selasa (24/3/2020) lalu:

Besok Rapat Bahas Kemungkinan Lockdown Jabodetabek, Budi Setiyadi: Saya Rekomendasikan Karantina

1. Transportasi terbatas

Lockdown India mencakup negara-negara bagian, yakni dengan banyaknya perbatasan yang ditutup.

Imbasnya adalah pergerakan warga yang terbatas, dan operasional sebagian besar transportasi umum yang terhenti.

Di New Delhi, beberapa bus masih beroperasi tapi hanya mengizinkan pemegang izin pemerintah untuk naik.

Sementara itu polisi dan paramiliter menghentikan kendaraan pribadi yang melintas.

Beberapa negara bagian seperti Bengala Barat dengan populasi lebih dari 90 juta, me-lockdown kota-kota besar tetapi tidak di pedesaan.

Kereta api India juga membatalkan semua layanan kecuali kereta kota dan kereta barang sampai 31 Maret.

Penerbangan internasional sudah dilarang beroperasi sejak seminggu yang lalu, sementara sekolah, fasilitas hiburan dan monumen seperti ikon Taj Mahal telah ditutup.

2. Pabrik-pabrik ditutup

Selain pembatasan transportasi, India juga menutup perkantoran dan pabrik-pabrik.

Halaman
1234