Virus Corona

Tingkat Kematian di Indonesia akibat Corona Kedua Tertinggi di Bawah Italia, Fatality Rate 2x Dunia

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tingkat kematian (fatality rate) akibat Virus Corona di Indonesia terbilang cukup tinggi.

TRIBUNWOW.COM - Tingkat kematian (fatality rate) akibat Virus Corona di Indonesia terbilang cukup tinggi.

Bahkan, tingkat kematian di Indonesia menduduki posisi kedua tertinggi di dunia per Minggu (22/3/2020).

Hal itu diketahui melalui tayangan channel YouTube Talk Show Tv One yang bersumber dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Polres Bangkalan Bubarkan 15 Titik Keramaian sebagai Langkah Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Pada Minggu, tercatat ada 294.110 kasus positif Virus Corona di dunia.

Kematian akibat Virus Corona di dunia sekitar 12.944 kasus, sehingga  fatality rate-nyahanya sekitar 4,4 persen.

Namun, di beberapa negara tertentu, tingkat kematian bisa mencapai lebih dari empat persen, termasuk Indonesia.

Pada Minggu, tercatat ada 53.578 kasus positif Virus Corona di Italia.

Kematian akibat Virus Corona di Italia sekitar 4.827 kasus, sehingga fatality rate-nya sekitar 9,01 persen.

Tingkat kematian di Italia bahkan lebih dari dua kali tingkat kematian Virus Corona di dunia.

Lalu disusul Indonesia pada Senin (24/3/2020), sudah tercatat ada 579 kasus.

Tiadakan UN untuk SD, SMP, dan SMA karena Corona, Syaiful Huda Ungkap Alternatif Kelulusan Pelajar

Dari 579 kasus tersebut, sudah ada 49 orang meninggal sehingga fatality rate-nya sekitar 8,46 persen.

Tingkat kematian di Indonesia bahkan lebih tinggi di Iran, di mana negara tersebut sudah berkutat cukup lama dalam masalah Virus Corona dibanding Indonesia.

Pada Minggu, tercatat ada 21.638 kasus positif Virus Corona di Iran,

Kematian akibat Virus Corona di Iran sekitar 1.685 kasus, sehingga fatality rate-nya sekitar 7,78 persen.

Selain itu, negara tetangga Indonesia yakni Filipina juga memili tingkat kematian yang cukup tinggi.

Dari 380 kasus per Minggu, sudah ada 25 meninggal sehingga tingkat kematiannya 6,58 persen.

Sehingga, tingkat kematian di Indonesia akibat Virus Corona per minggu berada di peringkat kedua tertinggi di dunia. 

Lihat videonya sejak menit awal:

Tanggapan Ahli soal Tingkat Kematian yang Tinggi

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com pada Kamis (19/3/2020), Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH mengaku tak terkejut.

Panji menduga hal itu terjadi karena kemungkinan Indonesia mengalami under diagnosis atau tak terdeteksi.

Ia mengatakan, jika kasus bergejala ringan banyak ditemukan maka presentase kematian akan menurun.

Kemungkinan, orang-orang yang meninggal itu hanya menampakan gejala Covid-19 yang ringan.

"Jadi, ada kasus infeksi Covid-19 yang tidak terdeteksi atau terdiagnosis. Mungkin karena sakitnya ringan, mungkin karena RS atau dokternya belum aware kalau itu kemungkinan Covid-19, dan sebab lain."

"Sebagian di antara yang tidak terdiagnosis ini juga mungkin meninggal," ujar Panji saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

• Jokowi Pastikan Rapid Test Corona Mulai Sore Ini di Jakarta Selatan: Didatangkan dari Rumah ke Rumah

Menurut dia, angka kematian yang cukup banyak di Indonesia bukan karena virusnya sangat membahayakan.

Namun, cara mendeteksi atau menemukan penderita covid-19 kurang maksimal.

"Jadi proporsi yang meninggal saya rasa enggak setinggi itu. Dengan kata lain, angka kematian tinggi mungkin bukan karena virusnya lebih ganas, tapi kitanya yang kurang 'ganas' mencari orang-orang yang sakit Covid-19," lanjutnya.

Menurut dia, saat ini tak ada angka yang benar-benar dapat dipastikan terkait Virus Corona.

Lalu, ia memprediksi bahwa covid-19 di Indonesia akan tetap meningkat bahkan bisa pesat.

Namun, menurutnya ada tiga faktor untuk menurunkan tingkat kematian covid-19 di Indonesia.

Pertama, dia mengungkapkan sebarapa banyak orang lansia yang terjangkit, jika memang banyak maka angka kematian bisa lebih banyak.

"Kalau lansia banyak yang sakit, ya angka kematian bisa tinggi," ungkap dia.

Pasien dengan status virus corona yang sempat dirawat di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia. Jenazah diantar dengan ambulans RSDH, menuju kediaman di kawasan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). Para petugas tampak mengenakan alat pelindung diri khusus. Sementara, jenazah diletakkan di dalam kantong jenazah bewarna oranye. (KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA)

• Ekonomi Menurun akibat Corona, Haris Azhar Malah Singgung Airlangga Hartanto: Kerja Keras Dong

Kedua, seberapa cepat Indonesia bisa mendeteksi orang yang terkena Virus Corona.

Semakin cepat terdeteksi maka semakin kecil kemungkinan tingkat kematian yang tinggi.

Ketiga, faktor seberapa kemampuan sistem kesehatan Indonesia menangani Covid-19.

Misalnya, sebagian pasien membutuhkan alat-alat tertentu seperti ventilator maupun ruang ICU yang jumlahnya terbatas.

Jika mereka tidak mendapatkan hal itu, maka tingkat kematian bisa semakin besar. (TribunWow.com/Mariah Gipty)