"Karena terjadi kesulitan mengurusi jenazah penderita Corona ini karena kurang petugas medisnya atau karena situasi yang tidak memungkinkan," kata Ma'ruf Amin.
"Kemungkin tidak dimandikan misalnya, kami meminta Majelis Ulama dan ormas Islam membuat fatwa sehingga tidak kesulitan kalau itu terjadi."
Selain itu, Ma'ruf Amin turut meminta MUI mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan para tenaga medis salat tanpa wudu maupun tayamum.
Ia menyatakan, kondisi petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri (ADP) tak memungkinkan untuk bisa wudu maupun tayamum sebelum salat.
• BREAKING NEWS - 1 PDP Virus Corona Meninggal Dunia di RS Bahteramas Sultra, Wanita Usia 34 Tahun
"Yang kedua ketika para petugas medis menggunakan alat pelindung diri sehingga pakaiannya itu tidak boleh dibuka sampai 8 jam, kemungkinan dia tidak bisa wudu saat salat, tidak bisa tayamum," ucap Ma'ruf Amin.
"Saya mohon ada fatwa misalnya tentang kebolehan orang tanpa salat, tanpa tayamum."
Karena itu, Ma'ruf Amin menilai fatwa itu perlu segera dikeluarkan agar para tenaga medis lebih mudah dan tenang dalam beribadah.
"Ini menjadi penting sehingga para petugas menjadi tenang, mungkin sudah terjadi ya? Jadi harus ada fatwanya," tukasnya.
Simak video berikut ini menit ke-3.14:
Data Indonesia Tak Mudah Dipahami
Di sisi lain, sebelumnya, ekonom senior INDEF, Faisal Basri menyebut pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penanganan Virus Corona tak cukup menyelesaikan wabah virus yang berasal dari Wuhan, China itu.
Menurut dia, dibandingkan social distancing, pemerintah lebih baik menerapkan lockdown di sejumlah daerah yang memiliki data rinci soal korban Virus Corona.
Sebab, menurutnya hingga kini data korban Virus Corona belum disampaikan secara rinci oleh pemerintah Indonesia.
• Positif Virus Corona, Andrea Dian Ungkap Perkembangan dan Sudah Ada Air Minum: Terima Kasih Doanya
Hal tersebut disampaikan Faisal Basri melalui tayangan 'SATU MEJA' Kompas TV, Minggu (22/3/2020).
"Kan yang kita inginkan adalah persebarannya bisa kita kendalikan semaksimal mungkin," ucap Faisal Basri.