Virus Corona

Masih Tunggu Vaksin Corona, Achmad Yurianto Jelaskan Faktor Penentu Kesembuhan Pasien Covid-19

Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jubir Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Kamis 19 Maret 2020

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto menjelaskan soal perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Yuri mengatakan hingga saat ini pemerintah masih menunggu ditemukannya vaksin yang efektif untuk menangkal Covid-19.

Ia juga menyampaikan bahwa hampir seluruh kasus pasien positif Covid-19 yang sembuh, semuanya pulih karena faktor daya tahan tubuh atau imunitas yang baik.

Seorang pemain Persib Bandung, Geoffrey Castillion, menjalani tes Virus Corona, pada Senin (16/3/2020). (PERSIB.co.id/Gregorius A.K.)

Imbas Virus Corona, Kebijakan Karantina Meningkatkan Pengguna Televisi dan Layanan Streaming

"Beberapa kasus yang sembuh atau sebagian besar, atau hampir seluruh kasus yang sembuh itu didominasi oleh faktor imunologi yang memang sangat baik dari pasiennya," kata Yuri, seperti dikutip dari video di kanal YouTube KompasTV, Kamis (19/3/2020).

Sembari menunggu ditemukannya vaksin, Yuri mengatakan saat ini pemerintah sedang berusaha keras untuk mengupayakan pencegahan wabah Covid-19.

"Oleh karena itu berita tentang ditemukannya obat atau vaksin, masih kita tunggu, dan kita berharap kerja keras dari semua ahli virus," kata Yuri.

"Mudah-mudahan bisa memberikan hasil dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga kita kemudian juga bisa menggunakan itu bersama."

"Upaya untuk menghentikan penyebaran ini, ini menjadi lebih penting bagi kita, dibanding hanya sekadar menunggu ditemukannya obat dan vaksin," sambung dia.

Yuri menjelaskan upaya pencegahan yang telah dilakukan oleh pemerintah, di antaranya adalah menggalakkan seruan social distancing atau pemisahan jarak sosial untuk mengurangi kontak antar manusia.

Ia juga mengatakan penting bagi orang-orang yang memiliki gejala-gejala penyakit influenza, seperti batuk, flu, untuk menggunakan masker.

Hal tersebut untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 yang menular melalui droplet atau liur.

Yuri juga berharap agar masyarakat Indonesia bisa mematuhi seruan pemerintah untuk tidak mengadakan acara yang melibatkan konsentrasi masa dalam jumlah besar di satu tempat.

"Social distancing harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam lingkungan kerja, apabila memang tidak memungkinkan bekerja dari rumah, ataupun di kehidupan rumah tangga," urai Yuri.

UPDATE Jumlah Positif Corona di Indonesia 309 Pasien, 25 Orang Meninggal, Berikut Peta Sebarannya

Hingga Kamis (19/3/2020), total 25 pasien positif Covid-19 telah meninggal dunia.

Sementara itu jumlah pasien sembuh berjumlah 15 orang.

Halaman
1234