TRIBUNWOW.COM - Pakar Komunikasi Politik, Effendi Ghazali sempat bertanya pada Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman soal adanya dugaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Tiongkok di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal itu ditanyakkan Effendi Ghazali di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (17/3/2020).
Mulanya, Effendi Ghazali memuji penjelasan Fadjroel Rachman terkait penanganan Virus Corona oleh pemerintah.
• Menjadi Relawan Uji Coba Vaksin Corona Pertama, Jennifer Haller: Prosesnya Mudah
Namun, ia meminta agar semunya diungkapkan transparan.
"Sekaligus nanti Pak Datuk Karni Ilyas mohon titip satu pertanyaan, nanti harus dijawab karena saya ingin mengatakan tadi sudah bagus walaupun agak normatif tolong ditingkatkan dengan transparan dan jangan terkesan bohong."
"Niat jahat pasti tidak ada tapi nanti kesannya seperti itu," ujar Effendi.
Lantas, ia bertanya soal beredarnya video yang diduga TKA Tiongkok di Kendari.
Ia bertanya mengapa pemvideo keberadaan WNA itu ditangkap.
Padahal menurutnya, pemvideo juga merupakan pahlawan.
"Yang muncul dari pertanyaan yang sampai di sini adalah bunyinya begini Pak Fadjroel Rachman, teman-teman di Kendari yang memvideokan tenaga kerja asing yang datang itu kenapa mereka ditangkap?"
"Harusnya pahlawan juga loh, sama dengan ini kan Pak Fadjroel sudah bagus betul nih cara menjawabnya tadi," ucapnya.
• Di ILC, Anies Singgung Tingkat Kematian akibat Virus Corona: Pertanyaannya Mau Dirawat di Mana?
Effendi beralasan, mereka pantas dianggap pahlawan lantaran mereka mencoba menunjukkan sesuatu yang ganjal di tengah wabah Virus Corona.
"Kalau orang tinggal di rumah sama dengan pahlawan bagi kemanusiaan betul ya, mereka memvideokan yang ini pun sebetulnya pahlawan juga betul enggak?"
"Karena dia menujukkan di sebuah sistem yang kita bangun ada kesalahan," ujar Effendi.
Lantas Effendi menyinggung soal fatalitas.
"Lalu kenapa dia ditangkap kurang lebih begitu, Pak Juru Bicara karena saya yang ingin katakan adalah satu tantangan ke depan Datuk Karni Ilyas mohon izin, yaitu yang disebut fatalistis," lanjutnya.
Lihat videonya mulai menit ke-9:14:
Jawaban Fadjroel Rachman
Kementerian Tenaga Kerja menyatakan tidak mengeluarkan izin kerja bagi mereka.
"Karena tadi saya terutang jawaban soal Kementerian Tenaga Kerja tadi soal Tenaga Kerja Tiongkok tadi bahwa Kementerian Tenaga Kerja bahwa tidak pernah mengeluarkan izin kerja bagi TKA Tiongkok tersebut," jelas Fadjroel.
Dugaan sementara bahwa mereka menggunakan visa kunjungan untuk bekerja.
Ia menegaskan, Kementerian Tenaga Kerja tengah menyelidiki lebih lanjut masalah tersebut.
Bahkan, mereka sampai terbang ke Kendari untuk mengetahui lebih lanjut masalahnya.
"Maka kemungkinan mereka memakai visa kunjungan tapi untuk bekerja."
"Nah hari ini dari Kementerian Tenaga Kerja menginvestigasi ke lokasi untuk mencoba menginvestigasi nama maupun status mereka Jadi utang pertanyaaan dari Bang Karni," ujarnya.
Lihat videonya mulai menit ke-9:11:
VIRAL Video Puluhan TKA China di Bandara Haluoleo Kendari
Video viral yang merekam kedatangan puluhan warga negara asing (WNA) asal China di Bandara Haluoleo Kendari, Minggu (15/3/2020) malam menyebar di media sosial.
Video berdurasi 58 detik itu memperlihatkan sebanyak 40 WNA yang merupakan tenaga kerja asing asal China, lengkap dengan koper dan menggunakan masker keluar dari ruangan kedatangan bandara Haluoleo Kendari.
Dalam video itu terdengar suara seseorang meneriakkan WNA dan mengaitkan dengan Virus Corona yang telah mewabah di seluruh dunia.
• Ganjar Pranowo Tak Izinkan 24 Kapal Pesiar Bersandar di Semarang: Saya Dimarahi Banyak Masyarakat
• BREAKING NEWS - Jokowi Perintahkan Seluruh Sekolah dan Kampus Diliburkan karena Virus Corona
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Merdisyam membenarkan video tersebut.
Ia mengatakan, TKA China itu datang dari Jakarta usai mengurus perpanjangan visa dan izin kerja.
Selanjutnya, mereka akan kembali bekerja di perusahaan smelter yang ada di Sultra.
“Mereka baru datang dari Jakarta bukan dari China. Memang selama ini belum pernah pulang ke China."
"Mereka akan ke Morosi untuk bekerja kembali,” ungkap Kapolda saat dikonfirmasi di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Minggu (15/3/2020) malam.
Dijelaskannya, 40 TKA tersebut telah dilengkapi dengan surat dari karantina kesehatan pelabuhan (KKP) dan perizinan dari Imigrasi sebelum tiba di Kendari.
Akibat video itu, lanjut Merdisyam, telah terjadi keresahan di tengah masyarakat dan menjadi viral setelah ada yang mengupload di media sosial.
Karena itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebar informasi yang membuat keresahan karena bisa dijerat pidana undangan-undangan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Ini peringatan keras bagi masyarakat, jangan sengaja meng-upload berita yang meresahkan masyarakat."
"Saya sampaikan sekali lagi bukan dari China, dan telah mengantongi surat dari karantina kesehatan pelabuhan ,” tegas Kapolda Sultra.
Informasi yang berhasil dihimpun Kompas.com, puluhan TKA asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari tiba pukul 19.35 Wita dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 696 dari Jakarta - Kendari.
Kedatangan TKA di Bandara Haluoleo Kendari, seusai memperpanjang visa istimewa di kantor Dubes China yang ada di Jakarta.
Visa istimewa yang dimaksud, karena pesawat dari Jakarta tujuan ke China sudah tidak beroperasional setelah Virus Corona menyebar dan selama di Jakarta juga para TKA telah dikarantina.
• Penjelasan Gubernur Sutarmidji dan Dinkes Kalbar soal Pasien Positif Virus Corona di Pontianak
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Video Puluhan TKA China di Bandara Haluoleo Kendari, Ini Penjelasan Kapolda"
(TribunWow.com/Mariah Gipty, Kompas.com/Kiki Andi Pati)