Virus Corona

Virus Corona Merebak, Mengapa Harus Mengisolasi Diri di Rumah Selama 14 Hari? Ini Penjelasan Dokter

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi virus corona

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah daerah di Indonesia telah menerapkan kebijakan untuk menetapkan isolasi bagi masyarakat yang ada di wilayahnya selama 14 hari.

Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya menanggulangi persebaran Virus Corona yang semakin meluas.

Isolasi diri selama 14 hari ini bertujuan untuk memutus rantai penularan, karena pemerintah dan tenaga kesehatan masih belum bisa mendeteksi secara langsung, apabila ada mayarakat yang telah tertular.

Tayangan video yang menjelaskan tujuan diberlakukannya isolasi diri 14 hari,Selasa (17/3/2020) (instagram/@ganjar_pranowo)

Curhatan Pasien 01 Sembuh dari Virus Corona, Menangis karena Identitas Bocor: Jadi Korban Dua Kali

Dilansir TribunWow.com dari tayangan video yang diunggah oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam akun instagramnya @ganjar_pranowo, Selasa (17/3/2020), disampaikan beberapa penjelasan terkait karantina selama 14 hari tersebut.

Video yang dikutip dari penjelasan dr Reisa Broto Asmoro itu menampilkan ilustrasi, penjelasan, serta imbauan agar masyarakat mematuhi aturan tinggal di rumah.

Dijelaskan bahwa ketika seseorang melakukan kontak dengan benda maupun orang lain, bisa jadi orang tersebut sudah membawa Virus Corona di tubuhnya.

Gejala awal penyakit tersebut tidak bisa langsung terdeteksi dan hanya bisa terlihat setelah beberapa waktu berselang.

Diketahui, rata-rata munculnya gejala Covid-19 seperti demam, sesak napas dan gejala pneumonia akan muncul setelah 14 hari.

Oleh karena itu, orang tersebut harus menunggu selama 14 hari untuk mengetahui apakah ia tertular atau tidak.

Selama waktu tunggu tersebut, masyarakat diminta untuk mematuhi aturan, agar program tersebut bisa berjalan dengan lancar.

Kisah Dokter yang Tangani Pasien Virus Corona di Jakarta, Ungkap Keresahan

Apabila ada anggota masyarakat yang malah bepergian dalam tenggang waktu tersebut, maka program itu tidak akan berjalan dengan lancar.

Dalam video berdurasi 2,25 menit tersebut, tujuan isolasi 14 hari diterangkan dengan sebuah analogi mengenai seorang siswa yang tidak patuh, dan kemudian menjadi sumber penularan di sekolahnya.

"Contoh, seorang anak mulai libur tanggal 16 Maret selama 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pada hari ke-15," kata penjelasan dalam video tersebut.

"Ternyata anak ini dan keluarganya menggunakan waktu libur untuk jalan-jalan mengunjungi keramaian."

"Seandainya ia jalan-jalan di hari ke sepuluh dan tertular Covid-19, maka ada kemungkinan pada hari ia masuk ke sekolah, belum ada gejala infeksi Virus Corona."

Halaman
12