Kalimantan Timur Ibu Kota Baru

Ahok Calon Bos Ibu Kota Baru, Ujang Komaruddin Minta Perhatikan Latar Belakangnya: Catatan Penting

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat politik Univ Al Azhar Ujang Komaruddin di acara Dua Arah yang membahas soal Ahok yang jadicalon bos ibu kota baru, Selasa (10/3/2020).

"Iya, semua saya marah," jawab Ahok disambut tepuk tangan dan tawa dari audiens yang hadir dalam acara tersebut.

Saat Ahok mengatakan dirinya juga marah kepada Jokowi, para audiens yang hadir tertawa mendengarnya.

Ahok kemudian menceritakan pertemuannya dengan mantan Dirut Pertamina Massa Manik.

Pada pertemuan tersebut, Ahok mendapatkan saran agar tidak stres berkepanjangan ketika berada di tahanan.

"Usahakan secepat mungkin masuk ke puncak stres, supaya kamu cepat balik. Karena sifat manusia kan begitu," cerita Ahok.

Setelah mencapai puncak stres, Ahok mulai memahami alasan dirinya menjadi tempramental.

Ia tidak terima dirinya dipenjara karena kasus yang kala itu menimpanya.

Ahok mengatakan hanya dirinya gubernur yang dipenjara di luar kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT).

"Saya marah, saya enggak terima, saya selalu berpikir hanya agresi militer Belanda, yang gubernur aktif bukan OTT ditangkap, masuk penjara, kita bukan negara penjajah kok, saya marah," jelasnya.

Ahok mengakui setelah menerima keadaannya dan mengetahui alasan dirinya marah, perlahan ia mulai melewati masa-masa stres tersebut.

Ia justru belajar memaafkan orang dari kehidupannya di penjara.

"Tapi begitu saya masuk itu, saya bisa mengerti enggak boleh marah, memaafkan orang, plong," ujar Ahok.

Ahok yang dibui karena kasus penistaan agama memahami bahwa ketika benci terhadap orang lain, hal itu justru akan berdampak negatif terhadap dirinya sendiri.

"Jadi saya belajar, kalau kita benci sama orang, kita yang sakit," tuturnya.

Ahok kemudian menemukan cara untuk menyalurkan emosinya, yakni melalui menulis.

Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-5.42:

(TribunWow.com/Anung)