"Yang mesti disadarkan adalah bahwa anda berbuat itu, adalah pahlawan untuk masyarakat, karena anda menghindarkan, memutuskan infeksi kepada yang lain," ujar dr Lia.
"Dikarantina, diisolasi itu bukan menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi itu adalah pahlawan-pahlawan yang menyebabkan dia tidak akan menginfeksi pasien-pasien lain," tandasnya.
Hambatan Lacak Rekan Dansa Pasien Covid-19 Asal Depok
Juru Bicara penanganan Virus Corona (Covid-19), Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto melakukan konferensi pers terkait dua pasien positif Virus Corona asal Depok.
Dijelaskan Achmad Yurianto, hingga kini pemerintah masih berfokus seputar siapa saja yang melakukan kontak dengan dua pasien positif Virus Corona tersebut.
Achmad jujur mengakui ada beberapa hambatan dalam mengungkap siapa saja yang menjadi peserta acara dansa yang diikuti oleh pasien positif Virus Corona asal Depok itu.
Hambatan yang dihadapi mulai dari kesulitan mencari tempat tinggal hingga antar peserta dansa tidak saling mengenal baik.
Dikutip dari video Youtube kompastv, Selasa (3/3/2020), awalnya Achmad menjelaskan perkara hasil pemeriksaan dua orang yang tinggal serumah dengan pasien positif Covid-19.
Berdasarkan pengecekan kesehatan yang dilakukan, keduanya dinyatakan sehat dan tidak mengalami keluhan apapun.
"Hasilnya negatif, dan tanpa keluhan apa-apa," kata Achmad.
"Pembantunya, dan kakaknya sehat-sehat, dan negatif," lanjutnya.
Kini Achmad menjelaskan bahwa pemerintah sedang berupaya mengontak peserta dansa yang kala itu mengadakan acaranya di Restoran Amigos Kemang, Jakarta Selatan.
"Sekarang kita sedang melakukan tracing (penelusuran) kontak di teman-temannya yang party (pesta) itu," ujar Achmad.
• Soroti Posisi Dansa saat Konferensi Pers soal Corona, Achmad Yurianto: Enggak Punggung-punggungan
Hambatan melakukan penelusuran disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai identitas peserta.