TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengaku senang dengan hasil survei elektabilitas sejumlah tokoh untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Namun, Fadli Zon juga mengaku sedih dengan hasil survei tersebut.
Hal itu diungkapkan Fadli Zon saat menjadi narasumber di acara Dua Sisi Tv One pada Jumat (28/2/2020).
• Terkait Virus Corona, Rocky Gerung Kritik Staf Millenial Jokowi: Diem Enggak Tahu Mau Ngapain
Mulanya Fadli Zon mengatakan, dirinya memang senang dengan hasil survei yang dilakukan Indo Barometer.
Di posisi tiga teratas, semuanya merupakan tokoh-tokoh yang erat kaitannya dengan Partai Gerindra.
"Tentu kalau saya sih senang sekali, Pak Prabowo di urutan pertama. Itu adalah Ketua Umum Gerindra," ujar Fadli Zon.
"Pak Anies Baswedan di urutan kedua, itu adalah gubernur yang diusung oleh kami."
"Nomor tiga Pak Sandiaga Uno juga waktu Wakil Gubernur dan Calon Wakil Presiden, jadi ini kayak all Indonesia finale," sambungnya.
Namun, di satu sisi ia merasa kasihan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pasalnya, survei dilakukan di saat Jokowi belum lama menjabat sebagai presiden pada masa jabatan 2019-2024.
Menurutnya, hal itu seperti orang yang ingin segera ganti presiden.
"Tetapi ya menurut saya kasihanlah Pak Jokowi ini, pemerintahan baru seumur jagung sudah dilakukan survei."
"Kayak orang kebelet ganti presiden gitu loh, kayak enggak puas dengan pemerintahan," ujarnya.
• Soal Corona, Pengamat Politik Ini Kecewa dengan Jokowi yang Sebut Indonesia Aman, Singgung Menkes
Ia meminta agar masyarakat fokus memberikan kesempatan pada Jokowi melaksanakan janji-janjinya.
Apalagi menurut dia, biaya Pemilihan Umum (Pemilu) juga tidak sedikit.
"Berilah waktu dulu untuk menunaikan janji-janjinya yang banyak mungkin ada sebagian."
"Beri waktu supaya menunaikan janji-janjinya kan kita ini pemilu mahal lho Pemilu biayanya, triliunan," ungkap Mantan Wakil Ketua DPR ini.
Selain itu, dirinya juga ingin agar Prabowo Subianto serta Anies Baswedan fokus pada jabatannya sekarang.
Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar tidak terganggu karena hasil-hasil survei.
"Maksud saya tuh begini, apa biar dulu dan saya kira Pak Prabowo juga konsentrasi sedang menjadi Menteri Pertahanan."
"Pak Anies sedang konsentrasi dengan (jadi Gubernur)," pungkas Fadli Zon.
• Irma Chaniago Langsung Tertawa dengar Penjelasan Geisz Chalifah: Beliau Malah Mempermalukan Anies
Lihat videonya mulai menit ke-2:27:
Peluang Anies Baswedan di Pilpres 2024
Pada kesempatan itu, Pengamat Politik Adi Prayitno buka suara soal banyaknya sorotan yang diarahkan pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Terutama soal kabar majunya Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 mendatang.
Dilansir TribunWow.com, Adi Prayitno menilai pembahasan soal Pilpres 2024 akan selalu menyeret nama Anies Baswedan.
Adi Prayitno mulanya menyinggung soal Panitia Khusus (Pansus) Banjir Jakarta yang dibentuk DPRD DKI Jakarta.
Pansus tersebut dibentuk untuk menyelidiki penyebab banjir yang berulangkali terjadi dalam waktu dua bulan.
"Yang paling penting sebenarnya Pansus ini adalah uji kepada Anies untuk mempublikasikan apa saja yang sebenarnya sudah dilakukan Anies selama 2,5 tahun untuk mengatasi banjir," kata Adi Prayitno.
"Kan itu problem-nya."
• Anies Baswedan Buka-bukaan Terobosan Baru Hadapi Banjir Jakarta: Sebelumnya Tidak Lakukan Itu
Terkait hal itu, Adi Prayitno pun menyinggung nama Politisi PSI Rian Ernest.
Menurutnya, pembentukan Pansus Banjir Jakarta dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa Anies Baswedan tak melakukan apapun selama menjabat di Jakarta.
"Kan ingin diketahui Mas Rian dan yang lain yang setuju dengan Pansus ini terlihat Anies selama 2,5 tahun tidak melakukan apapun," ujar Adi Prayitno.
Namun, Adi Prayitno berpikir banjir merupakan suatu musibah yang tak dapat ditolak siapapun, termasuk Anies Baswedan.
"Sekali lagi, banjir ini kan tidak bisa ditolak oleh siapapun bahkan oleh Nabi Nuh sekalipun banjir itu ada," kata Adi Prayitno.
"Yang ditanyain orang itu Anies sebenarnya untuk mengantisiapasi banjir itu apa."
Lantas, ia pun menyinggung nama dua mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Apakah ada normalisasi yang diperpanjang seperti yang dilakukan Jokowi dan Ahok," jelasnya.
"Atau misalnya menambah pompa dan seterusnya, kan itu yang sebenarnya ingin ditantang."
• Bahas Makian dan Cacian Netizen di Medsos, Anies Baswedan: Yang Saya Kasihan Itu Ibu
Adi Prayitno menyatakan, dibentuknya Pansus bisa menjadi pemicu Anies Baswedan untuk menunjukkan semua upaya yang sudah dilakukan untuk menangani banjir.
"Nah, makanya ini tugas Pak Anies dan orang di sekitarnya untuk pamer tentang agenda untuk mengantisipasi banjir," kata dia.
"Betul, ini bukti forensik, bukti otentiknya apa yang sudah dilakukan dua tahun ini."
Lebih lanjut, Adi Prayitno justru menyinggung peluang Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
Ia menyoroti nama Anies Baswedan yang selalu dihubungkan dengan Pilpres 2024.
"Karena bicara Anies pasti bicara 2024, bicara Pilpres 2024 tidak menyertakan Anies suatu hal yang mustahil," sebutnya.
"Kaitan itu ada, tapi yang paling penting setelah Pansus ada ataupun tidak ada, ini tidak ada jaminan banjir di Jakarta akan selesai."
(TribunWow.com)