Virus Corona

Rela Habiskan Tabungannya, Pria Ini Berikan Nasi Gratis Setiap Hari untuk Petugas Medis di Wuhan

Penulis: Rena Laila Wuri
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Liu Xiaohu menyiapkan nasi bungkus gratis untuk dokter yang memerangi virus corona baru di Wuhan, provinsi Hubei.

TRIBUNWOW.COM - Virus Corona masih menjadi permasalahan besar di China.

Saat ini tim medis China tak berhenti dan masih berjuang untuk melawan Virus Corona.

Meski berbahaya dilakukan, masyarakat pun terus memberikan dukungan untuk para tim medis.

Seperti yang dilakukan warga China bernama Liau Xiaohu yang mendukung tim medis dengan dengan cara memberikan nasi gratis.

7 Barista Pertaruhkan Nyawa Buat Kopi untuk Para Pahlawan Wuhan yang Berjuang Melawan Virus Corona

Selama satu bulan terakhir, pemilik restoran 'Suntata Pot Rice' di Wuhan itu memasak 200 bungkus makanan gratis sendirian untuk dokter yang memerangi Virus Corona baru di Wuhan, provinsi Hubei.

Dalam satu bungkus nasi yang ia berikan, terdapat daging dan sayuran.

Awalnya,  Liau Xiaohu tidak tega melihat tim medis yang sedang melawan Virus Corona makan hanya dengan mie instan dan roti.

Sehingga, Liau Xiaohu memilih untuk membuatkan tim medis makanan yang segar dan bergizi.

"Ketika saya melihat di internet bahwa dokter dan perawat yang melawan virus memakan mie instan dan roti untuk makan siang di rumah sakit, saya benar-benar ingin mereka memiliki makanan segar dan bergizi," kata Liu dikutip TribunWow.com dari Chinadaily.com yang tayang pada Kamis (20/2/2020).

Pria 36 tahun itu menceritakan pada 27 Januari 2020 lalu, dirinya bergabung dengan kampanye yang diluncurkan oleh Meitua, sebuah perusahaan pengiriman makanan online terkemuka.

Kampanye itu berisikan untuk mengajak restoran di Wuhan, China memberikan makanan gratis untuk para petugas medis.

Virus Corona Masih Tinggalkan Jejak di Pasien Sembuh, Dokter Temukan Virus di Hidung dan Tenggorokan

Kampanye tersebut berjudul 'Free meals in the name of "love" for doctors' atau berarti 'Makanan gratis atas nama "cinta" untuk para dokter.

Sebelumnya, Liu pernah menutup restorannya ketika Virus Corona mulai menyebar luas.

Selain itu, empat pegawainya juga telah meninggalkan kota untuk liburan Festival Musim Semi dan belum kembali.

Liu menjelaskan dirinya mendapatkan daging dan beras secara gratis dari dapur pusat markas Suntata di Changsha, provinsi Wuhan.

Untuk menyediakan makanan gratis untuk para medis, dirinya juga mendapatkan tawaran gaji dari dapur pusat markas Suntata di Changsha.

Namun, dia menolak uang tersebut karena murni ingin membantu.

"Jika saya menerima uang mereka, itu akan bertentangan dengan hati nurani saya," kata Liu.

"Negara kami menderita krisis kesehatan, dan adalah kewajiban setiap orang China untuk membantu."

Liu juga mengira bahwa saat ini pasti koki rumah sakit sedang kekurangan untuk menyediakan makanan untuk para medis.

"Saya tidak tahu situasi saat ini di kantin rumah sakit, tapi saya kira ada kekurangan koki karena virus."

Kisah Sutradara Asal China yang Tewas karena Virus Corona, Anggota Keluarganya Turut Jadi Korban

Saat ini, yang bisa dirinya lakukan untuk membantu adalah memberikan makanan yang terbaik untuk mereka yang sedang berjuang melawan Virus Corona.

"Saya akan mencoba yang terbaik untuk menjamin kualitas dan rasa makanan saya. Virus ini tidak akan kalah dengan mereka hanya makanan kantin."

Untuk menyiapkan 200 bungkus nasi itu, Liu menghabiskan waktunya selama 15 jam di dapur setiap hari.

Di pagi hari, Liu biasanya membeli beberapa selada segar di pasar dan kemudian menyiapkan makanan.

Liu membuat untuk dua kali makan, satu pada pukul 10.30 dan pada pukul 16.30 waktu setempat.

Karena ia adalah satu-satunya yang berada di restoran, ia melakukan semua pekerjaan sendiri.

Liu melakukannya sendiri mulai dari merendam beras selama satu setengah jam, menyiapkan daging dan sayuran, memasaknya hingga sampai dengan pengemasan.

Lalu setelah itu, masakannya yang sudah siap akan diambil oleh pegawai Meituan.

Selanjutnya pegawai Meituan membawa makanan yang dibuat Liu secara cepat ke rumah sakit agar makanannya tetap hangat ketika sudah tiba.

Setelah selesai memasak, pada malam harinya, Liu menyiapkan bahan untuk hari berikutnya.

Liu memastikan dirinya tidur tepat waktu pada pukul 22.00 agar tetap sehat untuk membuatkan makanan para petugas medis.

Namun, hingga kini Liu belum memiliki kesempatan bertemu dengan para petugas medis tersebut untuk mengetahui bagaimana komentar mereka tentang makanannya.

Tapi, Liu menjamin bahwa makanan yang dibuatnya selalu yang terbaik.

7 Barista Pertaruhkan Nyawa Buat Kopi untuk Para Pahlawan Wuhan yang Berjuang Melawan Virus Corona

"Meskipun saya belum menerima komentar balik atau bertemu dengan salah satu dokter yang saya layani, saya masih akan mencoba yang terbaik untuk memasak nasi pot terbaik. Ini dalam hati nurani saya," katanya.

Pengorbanan Liu tak sampai di situ, dirinya juga rela menggunakan seluruh tabungannya untuk membuat nasi gratis yang dibagikan kepada dokter yang sedang melawan Virus Corona.

"Saya akan menyumbang semua bahan makanan yang saya simpan dan bahkan tabungan saya untuk membantu dokter melawan virus," katanya.

Namun sekarang, dirinya hanya mampu membuat sekira 400 porsi lagi.

Liu sudah berusaha untuk meminta bantuan ke markas Suntata di Changsha, provinsi Wuhan lagi.

Tetapi, saat ini sedang ada masalah dengan logistik karena banyak akses ke Wuhan yang ditutup.

"Saya menghubungi berbagai pihak untuk mendapatkan bahan makanan, dan saya akan terus bekerja sampai akhir Virus Corona," ucap Liu.

(TribunWow.com/ Rena Laila Wuri)