TRIBUNWOW.COM - Terdapat 411 kasus infeksi Virus Borona baru di Provinsi Hubei, China pada kamis (20/02/2020).
Selain itu,Virus Corona juga mencatatkan 115 kematian di provinsi tersebut.
Pakar penyakit pernapasan China, Zhao Jianping, memperingatkan adanya kemungkinan virus corona masih berada pada tubuh orang yang telah sembuh.
Menurutnya, beberapa kasus di China menemukan pasien sembuh dari virus corona masih menunjukkan jejak virusnya melalui tes asam nukleat.
Hasil yang sama juga terjadi di Kanada, ketika virus corona ditemukan pada hidung dan tenggorokkan dua orang yang telah dinyatakan sembuh.
"Kasus seperti itu juga kami alami. Itu sangat berbahaya. Di mana Anda kirim pasien-pasien itu? Anda tidak bisa memulangkan mereka karena mereka bisa saja menginfeksi lainnya, juga tidak di rumah sakit karena tenaga kerja (yang menangani) mulai renggang." ungkap Zhao.
• Virus Corona Tak Hanya Ancam Ekonomi Singapura, Sejumlah Perusahaan di Batam Juga Ikut Terdampak
Menurut Zhao, terdapat 27 pasien yang ketika timnya pergi pertama kali ke RS Wuhan untuk merawat orang terinfeksi pada 30 Desember.
Namun, angka infeksinya meningkat pada 10 Januari di kalangan pekerja medis.
"Angka pasien terinfeksi meningkat dari 27 orang menjadi 70 ribu. Ini sangat menular."
Kini terdapat lebih dari 75 ribu angka kasus infeksi virus corona di seluruh dunia dengan angka kematian sebesar 2.247.
Sebanyak 75.465 kasus infeksi berada di daratan utama China, dan angka kematian mencapai 2.236.
Sementara itu, Jepang menduduki peringkat kedua angka infeksi tertinggi setelah China yakni sebanyak 723 kasus.
Meski sebanyak 18.438 orang dinyatakan sembuh, penemuan terbaru adanya jejak Virus Corona pada pasien sembuh masih perlu ditindak lanjuti. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jejak Virus Corona Masih Bisa Ditemukan pada Pasien yang Sembuh".