Virus Corona

Proses Evakuasi WNI dari Jepang yang Negatif Virus Corona, Dijemput Kapal Perang Bantu Rumah Sakit

Penulis: Rena Laila Wuri
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pria bermasker menelepon dengan latar belakang kapal pesiar Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang yang menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.

TRIBUNWOW.COM - WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess akan segera dibawa pulang ke Indonesia.

Diketahui, sebanyak 74 WNI yang negatif dari Virus Corona masih berada di atas kapal pesiar Diamond Princess.

Dilansir TribunWow.com, Pemerintah Indonesia akan melakukan evakuasi WNI dari Jepang dengan menggunakan kapal KRI Soeharso-990.

Kemenkes Sebut Virus Corona Diduga Telah Bermutasi: Tanpa Gejala Bisa Positif Tertular

KRI Soeharso-990 merupakan satu-satunya Kapal Perang Bantu Rumah Sakit yang dimiliki Indonesia.

Presiden Joko Widodo belum memutuskan kapan evakuasi terhadap WNI yang ada di kapal pesiar Diamond Princess.

Kadispen Koarmada II Djawara Heny Twies Whimbo A mengatakan, saat ini kapal dan kru sudah siap untuk diberangkatkan, hanya menunggu perintah seperti dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Sabtu, (22/2/2020).

"Kapal dan kru sudah siap. Tinggal menunggu perintah berangkat saja. Keberangkatan menunggu perintah. Kami menyiapkan kapal dan kru saja," kata Whimbo, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (22/2/2020) pagi.

Dalam proses evakuasi nanti kapal KRI Soeharso-990 akan diberangkatkan dengan jumlah anggota TIM Satgas sekitar 170 orang.

Wimbo mengatakan, WNI yang akan dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess, nantinya akan ditempatkan di dek khusus.

"Walau rekan-rekan dari Jepang dalam keadaan sehat, namun sesuai instruksi prosedur keamanan tetap dilaksanakan. Mereka akan ditempatkan di dek rumah sakit KRI dr. Suharso," ungkap Whimbo.

Saat proses evakuasi, pemerintah Indonesia menyiapkan tim khusus medis yang diizinkan melakukan kontak langsung dengan para WNI.

WHO Sebut Waktu Cegah Perebakan Virus Corona Nyaris Habis, Tedros Adhanom: Kesempatan Semakin Kecil

Pemerintah Indonesia Tunggu Screening Kesehatan WNI dari Jepang

Dalam kesempatan lain, Achmad Yurianto selaku SETDITJEN P2P Kementerian Kesehatan menyatakan harapannya agar WNI dari Jepang dapat segera dievakuasi.

Saat ini, pemerintahan Indonesia sedang menunggu hasil tes kesehatan 74 WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess dari pihak pemerintah Jepang.

Achmad Yurianto selaku SETDITJEN P2P Kementerian Kesehatan menyatakan harapannya agar WNI dari Jepang dapat segera dievakuasi Sabtu(22/2/2020) (Screenshoot YouTube Kompas TV)

"Kita berharap tanggal 21 Februari 2020, hari ini adalah sudah dapat dikeluarkan hasil screening terkait seluruh ABK," kata Achmad dikutip dalam kanal YouTube KompasTV.

Halaman
12