TRIBUNWOW.COM - Kelompok 212 kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jumat (21/2/2020).
Aksi tersebut mengangkat tema '212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI'.
Demonstrasi membahas mulai dari isu keberadaan eks caleg PDIP Harun Masiku, hingga kasus Jiwasraya.
• Slamet Maarif Ungkap Sumber Dana Aksi 212 Hari Ini: Dari Dulu Sudah Kebiasaan Begitu
Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com, Jumat (21/2/2020), seorang orator yang berada di mobil komando mempertanyakan keberadaan Harun Masiku yang hingga kini masih menghilang.
"Harun Masiku kemana sudah 40 hari lebih? Ini kalau meninggal seharusnya sudah tahlilan," kata orator di atas mobil komando, Jumat (21/2/2020).
Beberapa kali orator mengajak massa untuk menyerukan takbir bersama.
Pada video unggahan kanal YouTube kompastv, Jumat (21/2/2020), seorang orator juga menyerukan massa untuk bersama-sama bernyanyi menyuarakan kebencian atas koruptor.
"Gantung, gantung, gantung koruptor, gantung koruptor sekarang juga," nyanyi orator tersebut dari atas mobil komando yang kemudian diikuti oleh massa yang ada di sana.
Sebelumnya diberitakan, Harun Masiku adalah seorang tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR periode 2019-2024.
Kasus itu juga menyeret Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Harun Masiku disebut terbang ke Singapura pada Senin (6/1/2020), dua hari sebelum Wahyu dan beberapa tersangka lainnya terkena OTT.
Harun Masiku lalu dikabarkan kembali ke Jakarta pada Selasa (7/1/2020), namun dibantah oleh Menkumham Yasonna Laoly.
Pada Rabu (22/1/2020), Kemenkumham akhirnya mengkaui Harun Masiku telah berada di Indonesia, pihak imigrasi beralasan, kedatangan Harun Masiku telat dideteksi sebab adanya keterlambatan tekhnis sehingga informasi telat tercatat.
Komentar anak-anak Peserta Aksi 212
Selain orang-orang dewasa, massa dari anak-anak di bawah 17 tahun juga terpantau mengikuti aksi demonstrasi 212.
Wartawan Tribunnews.com juga sempat mewawancarai sebagian anak-anak yang terlibat dalam aksi tersebut.