Terkini Nasional

Sudjiwo Tedjo Akui Belum Tentu Bisa Jadi Presiden, Kritik Pencalonan Keluarga Jokowi: Ada Kerugian

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Budayawan Sudjiwo Tedjo (kiri), dan Vasco Ruseimy (kanan) dalam saluran YouTube Macan Idealis, Jumat (14/2/2020).

"Dan mungkin kalau aku jadi presiden, aku juga seperti Pak Jokowi sekarang."

"Karena aku harus aman kan, setelah aku lengser terus gimana kalau enggak ada dinasti?" ungkapnya.

Menurut pria asal Jember ini, tetap ada kerugian dengan adanya politik dinasti.

Ia tidak bisa lagi menyuruh orang lain tidak melakukan nepotisme.

"Sementara hidup demikian kejam. Tapi maksudku ada kerugiannya, aku punya kerugian aku udah enggak bisa neken kepala desa, neken petinggi, neken lurah, neken gubernur, neken menteri agar tidak nepotisme," pungkasnya.

Lihat videonya mulai menit ke-13:20:

Sebelumnya, saat menjadi bintang tamu dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (11/2/2020), Sudjiwo Tedjo mulanya menyinggung pernyataan Mantan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019, Sandiaga Uno.

"Ke depan itu kalau kita lihat dalam kaca mata ILC, Mas Sandiaga ada banyak potensi terutama di IT," terang Sudjiwo.

Tak hanya Sandiaga Uno, Sudjiwo Tedjo turut menyebut nama Menteri BUMN, Erick Thohir.

"Wah luar biasa terutama di komik-komik, luar biasa anak muda kita Pak Erick," ucap Sudjiwo.

"Tinggal kita merangkumnya dalam suatu kesatuan."

"Nah, kesatuan ini yang enggak ada," sambungnya.

Sudjiwo Tedjo menilai, keadilan di masa lalu berbeda dengan kini.

Menurutnya, di zaman dahulu ada persamaan nasib bagi seluruh warga negara.

"Kalau meminjam (pernyataan) Soekarno, bangsa adalah suatu kaum yang mengalami penderitaan bersama," ucapnya.

Halaman
123