"Saya sekarang cuma bisa ngomong, walaupun saya sendiri yang jadi presiden belum tentu bisa melakukan," kata Sudjiwo.
• Tirukan Ceramah Aa Gym, Karni Ilyas Buat Sudjiwo Tedjo Terbahak hingga Gebrak Meja, Lihat Reaksinya
Terkait hal itu, Sudjiwo lantas menyebutkan sederet kerabat Jokowi yang maju Pilkada.
Yakni mulai dari anak kandung hingga besan Jokowi.
"Sekarang bagaimana orang bisa percaya Pak Jokowi ketika ngomong nepotisme kalau mantunya maju, Bobby," ujar Sudjiwo.
"Gibran di Solo, terus kabarnya ada besannya juga di Sumatera dan di Wonogiri."
Meski menjadi pro kontra, pencalonan kerabat Jokowi itu menurutnya sah-sah saja di mata hukum.
Bahkan, Sudjiwo menyatakan mencalonkan diri di Pilkada adalah hak setiap warga.
"Maksudku gini, ada yang namanya bener dan ada namanya pener," jelas Sudjiwo.
"Bener itu belum tentu pener. Mereka punya hak politik dong untuk mencalonkan."
• Sudjiwo Tedjo Blak-blakan Sindir Menantu Pemimpin yang Calonkan Diri, Begini Reaksi Anies Baswedan
Meskipun begitu, Sudjiwo menyebut kerabat Jokowi itu harusnya mencalonkan diri setelah sang presiden lengser dari jabatan.
"Iya dong sebagai warga negara, tapi maksudku tunggu dulu setelah babe selesai jadi presiden, gitu loh maksudku," tegas Sudjiwo.
"Dan mungkin kalau aku jadi presiden, aku juga seperti Pak Jokowi sekarang."
Terkait langkah kerabat Jokowi maju Pilkada itu, Sudjiwo terang-terangan menilai hal itu sebagai dinasti politik.
Bahkan, ia menyebut politik dinasti itu juga diperlukan untuk jaminan masa depan setelah lengser dari jabatan.
"Karena aku harus aman kan, setelah aku lengser terus gimana kalau enggak ada dinasti?," jelas Sudjiwo.
"Sementara hidup demikian kejam."
"Tapi maksudku ada kerugiannya, aku punya kerugian aku udah enggak bisa neken kepala desa, neken petinggi, neken lurah, neken gubernur, neken menteri agar tidak nepotisme," sambungnya.
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)