Kemudian Mahfud menyinggung adanya suara-suara dari publik yang menuduh Jokowi merupakan orang sekuler.
Ia menegaskan Jokowi merupakan sosok pemimpin yang taat dalam melaksanakan ibadah sebagai umat muslim.
"Sekarang pemimpin kita ya Islam, sebagian terbesar masuk Islam dan merasa tidak malu dan tidak takut mengaku Islam, salat di mana," katanya.
Mahfud lalu menceritakan kisah Jokowi yang mengutamakan salat saat menghadiri acara penting yang dihadiri oleh sejumlah kepala negara, yakni KTT ASEAN.
"Terus terang saya menyaksikan sendiri Pak Jokowi itu waktunya salat pergi menuju pesawat, masuk ke dalam salat," jelasnya.
"Di KTT ASEAN, waktu sedang ramai begini, antar kepala negara, dia pamit salat, tidak merasa malu dan merasa takut, dan tidak membuat kebijakan anti-Islam," imbuh Mahfud.
Kesimpulan yang diambil oleh Mahfud adalah Islamophobia hanya alat politik yang digunakan oleh oknum tertentu.
"Oleh sebab itu menurut saya istilah Islamophobia, itu hanya persaingan politik yang hanya dibuat-buat," tandasnya.
• Hadiri ILC, Aa Gym Ungkit Perdamaian Jokowi dan Prabowo seusai Pilpres 2019: Kita Krisis Keteladanan
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-5.38:
Mahfud MD Bahas Luka SARA Prabowo Vs Jokowi, Anies Vs Ahok
Sebelum membahas soal Islamophobia, Mahfud terlebih dahulu mengungkit soal perpecahan di masyarakat yang menurutnya terjadi karena peristiwa Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017.
Mahfud mengatakan perpecahan terjadi akibat adanya pihak-pihak yang menggunakan isu keagamaan untuk meraih kepentingan politik.
Ia berharap agar Suku Agama, Ras dan antar Golongan (SARA) tidak lagi digunakan dalam perpolitikan di Indonesia.
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (11/2/2020), mulanya Mahfud menceritakan kejadian Pemilu tahun 2014.
Kala itu Mahfud mengatakan rivalitas antara Prabowo dan Jokowi yang memperebutkan kursi RI 1 berjalan secara sehat.