"Khususnya di wilayah terdekat (karantina WNI dari Wuhan) itu ada 24 ribu, kami harus lindungi," sambungnya.
Lebih lanjut, Ngesti Yuni menyinggung soal aksi penolakan warga Natuna terhadap karantina 248 WNI dari Wuhan.
Ia menilai, penolakan tersebut disebabkan karena kurangnya sosialisasi pemerintah terkait Virus Corona.
"Penolakan-penolakan itu adalah karena mereka tidak tersosialisasi kemudian kami dari pemerintah daerah juga tidak ada koordinasi, tidak diajak," tegasnya.
"Ini kalau permasalahannya permasalahan dunia, permasalahan nasional harusnya kami diikutsertakan."
Andaikan saja pemerintah tak terlambat melakukan sosialisasi, Ngesti Yuni yakin masyarakat Natuna tak akan melakukan penolakan seperti yang kini terjadi.
"Sehingga kami bisa menyampaikan ke masyarakat, kami bisa menenangkan masyarakat," ungkap dia.
"Kalau ini dilakukan, insyaAllah kami akan menerima dengan senyum, dengan simpati."
Simak video berikut ini dari menit awal:
Tanggapan Mahfud MD
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara soal polemik karantina WNI dari China di Natuna.
Dilansir TribunWow.com, Mahfud MD mengakui adanya kesalahpahaman antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan masyarakat Natuna.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusitu lantas meminta masyarakat Natuna memaklumi kesalahpahaman tersebut.
Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam konferensi pers yang disiarkan saluran YouTube Kompas TV, Selasa (4/2/2020).
• Di ILC, Ali Ngabalin Angkat Bicara WNI ke Natuna akibat Virus Corona: Pemerintah juga Manusia Biasa
Mahfud MD mengakui adanya keterlambatan informasi dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.