Korban wabah Virus Corona kini juga telah tembus angka 250 jiwa.
Berdasarkan data terakhir yang dihimpun oleh South China Morning Post, Sabtu (1/2/2020), berikut adalah rincian detil kasus dan korban dari Virus Corona:
Kasus Positif Virus Corona:
- China - 11791 Kasus
- Hong Kong- 13 Kasus
- Macau - 7 Kasus
- Taiwan - 10 Kasus
- Negara Asia Lainnya - 80 Kasus
- Eropa - 19 Kasus
- Amerika Utara - 10 Kasus
- Australia - 9 Kasus
- Negara lain - 4 Kasus
TOTAL KASUS : 11943 kasus di seluruh dunia
Korban Tewas Virus Corona:
- China - 259 Jiwa
• Jawab Kecemasan akan Virus Corona, Menlu Retno Marsudi Pastikan Seluruh WNI dari Wuhan Sehat
Kisah Pengorbanan Perawat, Demi Hadapi Virus Corona
Perjuangan berat dirasakan oleh para staf medis di Wuhan yang tanpa henti terus-terusan menangani pasien pengidap Virus Corona.
Seorang suster salah satu rumah sakit di Wuhan, Xie Jingjing menceritakan perjuangannya menjadi suster di kota tempat dimulainya Virus Corona.
Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube CGTN, Rabu (29/1/2020), Jingjing mulanya menceritakan ia dan rekan-rekan suster lainnya harus memangkas pendek rambutnya sebelum berangkat ke Wuhan.
• Demi Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Kru Pesawat yang Jemput WNI di China Pakai Pakaian Khusu
Jingjing menjelaskan ada beberapa alasan seorang suster wanita harus mau memotong pendek rambutnya sebelum berangkat ke Wuhan.
Alasan tersebut di antaranya adalah untuk mengurangi resiko terinfeksi Virus Corona
"Rambut panjang lebih meningkatkan resiko terinfeksi (Virus Corona)," kata Jingjing.
Jingjing bercerita bagaimana dirinya adalah orang pertama yang membantu rekannya memangkas pendek rambut mereka demi berjuang menangani pasien Virus Corona di Wuhan.
Efektivitas juga jadi alasan Jingjing dan perawat lainnya memotong pendek rambut mereka.
Pakaian isolasi dapat lebih mudah digunakan ketika rambut yang dimiliki tidak panjang.
"Kami dapat mengenakan pakaian isolasi lebih mudah dan cepat," terangnya.
Suasana haru dirasakan ketika Jingjing membahas soal keluarganya.
Ia menitikkan air mata ketika menceritakan bagaimana dirinya dan suaminya yang juga menjadi staf medis di Wuhan tidak bertemu anak mereka selama lebih dari 10 hari.