Viral Keraton Agung Sejagat

Enggan Disamakan dengan Totok Santosa, Petinggi Sunda Empire Ngaku Tak Rekrut Manusia, Lalu Apa?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana dalam tayangan Indonesia Lawyers Club, Selasa (21/1/2020).

"Kalau tadi bilang ada menggunakan Isola (Internasional Soldier Leader), perlu diketahui itu IKIP juga numpang tanahnya."

Tak hanya itu, Rangga juga mengklaim Sunda Empire lah yang mengeluarkan izin bagi setiap negara membuat pasukan.

"Tidak ada pemerintah yang boleh membangun pasukan atau polisi tanpa izin kekaisaran Sunda Empire," ujar Rangga.

Mendengar pernyataan itu, terdengar penonton bertepuk tangan.

Tampak pula Politisi Partai Demokrat yang juga merupakan kerabat Pakualaman, Roy Suryo terbahak mendengar pernyataan Rangga itu.

Simak video berikut ini menit 6.36:

Korban Keraton Agung Sejagat

Pada kesempatan itu, Korban Keraton Agung Sejagat, Setyo Eko Pratolo mengaku faktor ekonomi menjadi alasannya bergabung dalam Keraton Agung Sejagat. 

Setyo Eko Pratolo mengaku diiming-imingi bayaran dengan nilai dolar jika mau bergabung dalam kerajaaan tersebut. 

Dilansir TribunWow.com, namun bukannya mendapat bayaran, Setyo Eko mengeluarkan banyak uang untuk menjadi anggota Keraton Agung Sejagat.

Kenapa bisa tertarik ikut itu?" tanya Presenter Karni Ilyas.

"Itu awalnya karena ekonomi," jawab Setyo Eko.

Ia menyatakan, kala itu penghasilan yang diperoleh dari pekerjannya sangat sedikit.

Untuk itu, Setyo Eko memutuskan untuk menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat.

"Waktu saya menjabat perangkat dulu kan untuk honornya itu minim sekali," ujar Setyo Eko.

Di ILC, Korban Keraton Agung Sejagat Tolak Pakai Seragamnya Lagi, Karni Ilyas: Pak Eko Sudah Nyesal?

Halaman
1234