"Tapi kami tak akan mencampuri area teknis pelatih,” imbuh eks striker Timnas Indonesia itu.
Di lain pihak, CEO Persija, Ferry Paulus, mengatakan, pihaknya tidak berpikir dua kali ketika memilih Bambang Pamungkas.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (17/1/2020), Pria yang akrab disapa itu FP itu yakin dengan loyalitas Bepe.
Pasalnya, Persija Jakarta sendiri memang merupakan klub terlama dalam karier sepak bola Bepe.
Bepe sempat berkostum Persija pada kurun waktu 1999-2000, 2000-2005, 2007-2012, dan 2015-2019, sebelumnya akhirnya memutuskan pensiun pada Selasa 17 Desember 2019 lalu.
Selama kurun waktu tersebut, Bepe berhasil mengemas 200 gol. Namanya pun diingat sebagai legenda Persija.
Dengan catatan itu, FP menegaskan bahwa kualitas seorang Bepe tidak perlu lagi dipertanyakan.
"Sekali lagi seorang Bepe tidak usah lagi didebatkan lagi namanya. Ia juga memiliki pengalaman dan punya kemampuan luar biasa," ujar Ferry.
Menurut FP, memberi posisi manajer kepada Bepe adalah keputusan yang tepat.
Selain itu ia yakin bahwa Bepe sendiri meminati posisi ini untuk klub yang lebih baik.
"Tentunya jadi keharusan kami memberikan porsi atau tempat di tim ini setelah dia memutuskan pensiun dan posisi manajer adalah paling tepat.
"Bepe juga berminat menempati posisi ini agar bisa membawa Persija meraih prestasi pada tahun ini," ucapnya.
FP sendiri sudah tidak ditunjuk sebagai Presiden Persija Jakarta.
Posisinya telah resmi digantikan oleh Mohammad Prapanca.
Meskipun begitu, ia tetap berharap perubahan-perubahan tersebut dapat membawa Persija lebih baik di dalam dan luar lapangan.
Ia juga berharap, Panca sebagai pengusaha dan presiden baru Persija Jakarat mampu membawa perubahan bagi Persija Jakarta.
"Background dia (Panca) selaku pengusaha diharapkan membawa nuansa baru bagi Persija. Saya yakin ia akan membawa industrial baru dengan mengedepankan pengalamannya sebagai pengusaha," tutur FP.
(TribunWow.com/Rilo)