WNI Perkosa Puluhan Pria di Inggris

Mantan Dosen University of Oxford Akui Mengerikannya Reynhard Sinaga, Ungkap Alasan Kasus Ditutupi

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Pengajar University of Oxford, Peter Carey (kanan) mengakui betapa mengerikannya kasus yang dihadapi Reyhard Sinaga (kiri).

"Saya tidak pantas menerima ini. Itu hal pertama yang saya pikirkan di pagi hari dan hal terakhir yang saya pikirkan di malam hari," sambungnya.

Reynhard Sinaga pelaku pemerkosaan ratusan laki-laki. Ia melakukan aksinya dengan membius para korban dengan minuman yang dicampur dengan obat-obatan berjenis GHB. (GREATER MANCHESTER POLICE via BBC/Drugfree.org)

 

• Mengenal GHB, Obat yang Digunakan Reynhard Sinaga saat Memperkosa: Bisa Tingkatkan Gairah Seksual

Diketahui, Reynhard Sinaga terbukti terlibat dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Mancehster, Inggris.

Sederet pemerkosaan yang dilakukan Reynhard Sinaga menimbulkan trauma pada para korbannya.

Tak hanya fisik, para korban juga mengalami trauma psikis.

Seorang korban begitu hancur mengetahui bahwa dia telah diperkosa sehingga dia mencoba bunuh diri pada Hari Natal.

Sedangkan korban lainnya mengalami ketakutan jika Reynhard tetap bebas dan terus melancarkan pemerkosaan.

Dalam melancarkan aksinya, Reynhard membuat para korban tak sadarkan diri.

Reynhard diketahui selalu mengajak teman lelakinya datang ke apartemen yang dihuninya.

Di apartemen itulah, Reynhard memberikan minuman alkohol yang dicampur obat bius.

Saat korban tak sadarkan diri, Reynhard pun melakukan pemerkosaan.

Bahkan, Reynhard juga merekam aksi pemerkosaan itu melalui kamera ponselnya.

Beberapa kali, pria 36 tahun itu bahkan melakukan aksi pemerkosaan selama berjam-jam.

Saat terbangun, beberapa korban justru merasa bingung dan malu karena mereka tiba-tiba muntah di apartemen orang lain.

Setelah menyadari dirinya jadi korban pemerkosaan Reynhard, banyak dari mereka yang merasa jijik. (TribunWow.com/Mariah Gipty/Jayanti Tri Utami)