“Kalau warga bilangnya, dulu memang gelap sekarang kembali gelap. Jadi tidak apa-apa,” kata Suyadi.
Menanggapi hal tersebut, Suyadi mengadakan rapat untuk mempertimbangkan mengganti tiang listrik yang diambil.
Desa Kedungcangkring memang berada di wilayah pegunungan dengan kontur jalan yang berkelok-kelok.
Selain itu, akses ke lokasi wisata Waduk Wonorejo melewati jalan Desa Kedungcangkring.
Suyadi mengatakan akan berupaya mengganti tiang listrik tersebut.
“Kami upayakan untuk secepatnya diganti. Yang penting desa kami tetap kondusif,” ujar Suyadi.
• 35 Anggota DPRD Mempawah Tak akan Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Gubernur Sutarmidji: Salah Dewannya
Konfirmasi Pihak Basroni
Menurut keterangan Seniwati, Basroni memang memerintahkan pencabutan tiang listrik.
Pengadaan tiang listrik berasal dari dana pribadi Basroni, seperti yang dikutip dari TribunJatim.com.
“Dulu memang ada bantuan dari PJB (Pembangkit Jawa Bali), tapi hanya 10 tiang dan kabel 400 meter. Itu pun dipasang di dekat Waduk (Wonorejo),” ujar Seniwati.
Seniwati mengatakan alasan pencabutan tiang listrik adalah pertimbangan keamanan terutama pada musim hujan.
Saat itu kondisinya banyak dahan pohon yang tersangkut di kabel-kabel pada tiang listrik.
Menurut Seniwati, Basroni khawatir akan terjadi kecelakaan akibat kondisi kabel listrik tersebut.
“Apalagi ini kan sedang musim hujan. Takutnya kalau ada apa-apa, kembalinya nanti ke bapak,” katanya.
Seniwati menegaskan pencabutan tiang listrik tidak ada unsur politiknya.
Ia juga berpendapat kalah menang dalam Pilkades adalah hal biasa.
Seniwati mengatakan akan tetap membantu kegiatan desa.
“Sampai sekarang kalau ada kegiatan di desa saya tetap bantu-bantu. Tidak ada rasa kecewa sama sekali,” tegasnya.
• Tahanan Polda Jatim Kini Bisa Video Call dengan Keluarga, Tak Perlu Antre Besuk
(TribunWow.com/Brigitta Winasis)