TRIBUNWOW.COM - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yotje Mende menjawab adanya dugaan keterkaitan Jenderal Polisi dalam kasus penyerangan Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Yotje menegaskan hingga saat ini belum ada nama Jenderal Polisi yang muncul dari informasi yang telah dihimpun oleh pihak kepolisian.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Senin (6/1/2020), pernyataan tersebut disampaikan oleh Yotje seusai bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2019).
• Pengacara Novel Baswedan Tuntut Polisi Ungkap Dalang Utama: Novel Pernah Bilang Jenderal Kepolisian
"Untuk sementara ini hasil yang disampaikan ke Kompolnas tidak ada nama Jenderal," terangnya.
Yotje justru mengatakan bahwa penyerangan terhadap Novel Baswedan dilakukan atas motif dendam pribadi.
"Yang melakukan itu adalah oknum yang dendam terhadap Novel dan mereka sendiri melakukan ini (penyerangan) secara pribadi," katanya.
Sebelumnya diberitakan bahwa kepolisian telah berhasil mengamankan dua orang pelaku penyerangan Novel Baswedan pada Kamis (26/12/2019) malam.
Kedua pelaku tersebut berhasil ditangkap oleh tim teknis bersama Kepala Korps Brimob Polri di wilayah sekitar Cimanggis, Depok.
Ada 2 pelaku yang berhasil ditangkap, berinisial RB dan RM.
Pelaku diketahui merupakan anggota Polri yang masih aktif bekerja.
RB dan RM telah berhasil ditangkap seusai kasus Novel Baswedan berlangsung selama 2,5 tahun.
• Pemeriksaan Pertama Novel Baswedan pasca Penangkapan Pelaku, Kuasa Hukum Ingatkan Janji Kapolri
Novel: Dendam Pribadi atau Dendam Atasannya?
Menanggapi penangkapan pelaku penyerangan terhadap dirinya Novel Baswedan mengomentari hal tersebut dari dua sisi.
Dikutip dari video unggahan Kompastv, Jumat (27/12/2019), pertama Novel mengapresiasi langkah polisi karena berupaya melakukan penangkapan terhadap pelaku penyerangan dirinya.
"Di satu sisi saya melihat positif ketika ada upaya pengungkapan," kata Novel.
• 3 Kejanggalan Penangkapan Penyerang Novel Baswedan, Tim Advokasi: Pelaku Tiba-tiba Serahkan Diri
Namun Novel juga turut mengomentari adanya motif yang dikatakan karena dendam pribadi.
Dirinya tidak percaya bahwa pelaku menyerang karena motif dendam pribadi.
"Tapi di sisi lain ketika dikatakan bahwa terkait dengan masalah pribadi dengan saya, saya kira ini lelucon apa lagi," kata Novel.