Terkini Daerah

Cerita Nenek Jumirah, Tinggal di Pembuangan Sampah demi Rawat Puluhan Kucing, Sempat Dimaki Orang

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jumirah memilih tinggal di TPS bersama puluhan kucing.

"Saya hanya kasihan. Itu saja. Kalau tidak ada yang merawat, mereka susah makan. Kasihan," paparnya.

Setelah merawat kucing, Jumirah yang sebelumnya menghidupi diri dengan mencari rosok, kini banyak mendapat bantuan dari masyarakat.

Cerita di Balik Aksi Heroik Tiga Taruna Akmil yang Selamatkan Penumpang Perahu Karam di Papua

Ada yang memberi ikan lele, makanan kucing, termasuk juga makanan untuk dirinya.

"Orang-orang bilang, sing penting kucinge iso mangan (terpenting kucingnya bisa makan). Ya saya akhirnya mengumpulkan kucing aja," jelas Jumirah.

Dia tak ingat lagi berapa jumlah kucing yang telah dirawatnya.

"Kucing yang mati tidak usah dihitung. Tapi yang hidup harus terus dirawat agar sehat," ungkapnya.

Uniknya, semua kucing yang dirawat diberi nama, mulai dari Melati, Ragil Kuning, Petruk, Semar, Gareng.

Kucing-kucing tersebut tidur juga bersama dirinya dan memiliki kebiasaan sendiri.

"Ada yang tidur di perut, di kaki, di kepala," jelasnya. Kalau siang, mereka pada 'bermain' dan hanya beberapa yang ada di TPS menemani Jumirah.

"Saya tidak lagi memberi nama kucing dengan nama manusia. Dulu pernah kucing saya beri nama Lira."

"Tapi saya dimarahi orang, bilangnya itu nama anaknya. Saya menangis, kucing tidak tahu apa-apa kok dimarahi," lirih Jumirah.

Keluarga Nenek yang Tewas Ditabrak Pengendara Harley di Bogor Bakal Cabut Laporan, Ini Alasannya

Dia mengaku, selama tinggal di TPS, pernah menderita penyakit. Di antaranya diare dan demam. Tetapi, tidak dihiraukannya.

Soal kebutuhan sehari-hari, Jumirah sering menumpang ke seseorang yang disebutnya sebagai bos rosok.

Kalau tak memiliki uang, dia menjual hasil rosok ke orang tersebut.

"Sekalian numpang mandi. Paling mandi dua hari sekali," katanya.

(Kompas.com/Dian Ade Permana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Nenek Jumirah, Rela Tinggal di Pembuangan Sampah Demi Rawat Puluhan Kucing Liar"