TRIBUNWOW.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengunjungi korban banjir di Jatiasih, Jawa Barat pada Jumat (3/1/2020).
Pada kunjungannya Tito menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal pengurusan dokumen-dokumen penting yang hilang saat musibah banjir.
Dikutip TribunWow.com, Tito mengatakan dirinya telah mengambil langkah untuk mengutamakan pelayanan bagi warga yang kehilangan dokumen-dokumen pentingnya.
• Sebut Banjir Kali Ini Luar Biasa, Anies Baswedan Singgung Nasib Bandara Halim: Tapi Kita Bersyukur
Mulanya Tito menjelaskan bagaimana pemerintah sudah mengambil langkah dengan cepat untuk menangani musibah banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Saya kira semua sudah bergerak, sudah ada instruksi dari Bapak Presiden," kata Tito pada video unggahan kanal YouTube Kompastv, Jumat (3/1/2020).
"Siang ini juga kita akan rapat dipimpin langsung oleh presiden dengan kementerian terkait, Sosial, BUMN, kesehatan, Polri, TNI, semua," tambahnya.
Tito mengatakan pemerintah akan segera melakukan evaluasi untuk memastikan mana saja wilayah yang membutuhkan bantuan lebih dalam penanganan banjir.
"Sekarang sudah jalan, cuma mungkin akan dievaluasi dimana titik-titik yang perlu perkuatan-perkuatan," jelasnya.
Ia juga menyinggung soal Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang telah memobilisasi pasukannya untuk membantu menangani musibah banjir.
"Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI sudah turun langsung, sudah melakukan mobilisasi," terangnya.
Tidak hanya dari pemerintah dan aparat berwenang, Tito berharap kepada masyarakat sipil dan perusahaan-perusahaan swasta untuk turut turun tangan membantu penanganan musibah tersebut.
"Saya melihat memang perlu ada koordinasi antara pusat-daerah, semua kita harus bergerak," jelas Tito.
"Ditambah juga dengan masyarakat, termasuk mungkin perusahaan-perusahaan yang punya CSR, inilah saatnya untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah," tambahnya.
Tito kemudian mengatakan telah ada pengaturan tentang anggaran darurat yang dapat digunakan saat terjadi suatu musibah.
"Kita saling gotong royong. kemudian di Kota Bekasi sudah menetapkan tanggap darurat," ujarnya.