Cerita Selebriti

Sambangi Daerah Banjir, Nikita Mirzani Sampaikan Keluhan Warga ke Anies Baswedan: Jangan Dipersulit

Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anies Baswedan dan Nikita Mirzani.

TRIBUNWOW.COM - Artis Nikita Mirzani memamerkan aktivitasnya saat menyambangi daerah yang terkena banjir.

Sembari membagikan aktivitasnya, Nikita Mirzani juga menyampaikan pesan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Ibu Kota.

Pesan tersebut disampaikan Nikita Mirzani untuk Anies Baswedan terkait keluh kesah para warga sebagai korban bencana banjir.

Pamerkan Video Evakuasi Mak Nyak yang Terbaring Lemah saat Banjir, Rano Karno: Terima Kasih Tim

Dilansir oleh TribunWow.com, hal itu disampaikan oleh Nikita Mirzani melalui akun Instagramnya @nikitamirzanimawardo_17, Kamis (2/1/2019).

Mulanya, Nikita Mirzani membagikan aktivitasnya saat berada di wilayah yang terkena banjir.

Saat itu, air pun terlihat menggenang sampai batas paha orang dewasa.

Ditemani sejumlah orang, Nikita Mirzani tak ragu jalan di wilayah yeng terkena banjir.

Tak merasa risih, banjir pun membuat celana jeans dan sebagian kemejanya terlihat basah.

Melalui kolom komentar, wanita yang akrab disapa Nyai itu pun mengaku aktivitasnya tersebut baru pertama kali dilakukannya.

Menurutnya, cara menghadapi bencana banjir yang terjadi seperti di sejumlah wilayah Ibu Kota yakni dengan bersabar.

Rumahnya Terkena Banjir, Roy Marten Ungkap Kepanikan Gading Marten yang Sedang Berlibur di London

"Baru pertama kali dalam hidup terjun langsung ke tmpt daerah Yang terkenal banjir Dan melihat secara langsung semua korban.

Nyai ga bisa bilang apa2 selain sabar sabar Dan sabar," jelas Nikita Mirzani.

Tak hanya itu, ia pun menilai tak ada yang bisa disalahkan atas terjadinya bencana banjir tersebut.

Sebab, menurutnya banjir bisa terjadi tak lain akibat dari buntut ulah manusia.

Dalam kesempatan itu, dirinya tak lupa menyampaikan pesan setelah sempat berbincang dengan para korban.

Halaman
123