Kasus Novel Baswedan

Soal Novel Baswedan, Mantan Penyidik Polri Menduga Motif Tersangka Penyerangan: Kok Dicaci Terus?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Penyidik Polri, Slamet Riyadi dalam channel YouTube Talk Show tvOne, Senin (30/12/2019).

"Maka dia ketika diajak ke tampat yang lain teriak 'Catat' gitu kan, ini adalah perasaan perorangan."

Lebih lanjut, Slamet menyebut perasaan itu pasti dirasakan oleh aparat kepolisian saat institusinya diserang terus menerus. 

"Dan itu dimiliki oleh semua anggota Polri di manapun, di seluruh Indonesia saat perorangan atau kelembagaan diserang terus menerus," ucapnya.

"Itu secara pribadi, secara institusional kita memang menghormarti apapun yang dilakukan oleh penegak hukum di lingkungan manapun."

Simak video berikut ini menit 12.25:

Hubungan Polisi dan KPK

Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel mengungkap dugannya terkait penyebab di balik tersangka yang berteriak Novel Baswedan sebagai pengkhianat.

Dilansir TribunWow.com, Reza Indragiri menyinggung hubungan Polri dan KPK yang sempat dikabarkan memanas.

Reza Indragiri mengungkapkan dugaan soal keterlibatan institusi Polri di balik pernyatan tersangka penyiraman Novel Baswedan itu.

Hal itu disampaikannya karena kedua tersangka, RM dan RB, merupakan anggota aktif Polri.

Bahas Motif Penyerang Novel Baswedan, Ahli Psikologi Forensik Soroti Sejarah Kelam KPK vs Polri

Reza Indragiri mulanya menyinggung soal institusi besar di balik kedua tersangka dan Novel Baswedan.

"Jadi ketika kemudian salah satu pihak mengatakan pihak lain berkhianat, mengingat mereka berasal dari dua institusi yang berbeda," kata Reza.

"Maka menarik sesungguhnya kalau dikaji secara psikologi ketika disebut nama tertentu, misalnya Novel (disebut) pengkhianat."

Lantas, Reza pun mempertanyakan soal sikap emosional tersangka yang langsung berteriak mengatakan Novel Baswedan sebagai pengkhianat.

Ahli psikologi forensik Reza Indragiri menduga adanya konflik yang lebih besar dari sekadar dendam pribadi pada kasus Novel Baswedan (YouTube Talk Show tvOne)

Reza menduga apa yang disampaikan oleh tersangka merupakan representasi dari 'isi kepala' Polri.

Halaman
123