Kasus Novel Baswedan

Novel Baswedan Diteriaki Pengkhianat, Teuku Nasrullah Singgung Pendidikan Tersangka, Ada Kaitannya?

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Teuku Nasrullah dalam channel YouTube Talk Show tvOne, Senin (30/12/2019).

Dilansir TribunWow.com, terkait hal itu, Handoko Gani pun melihat adanya sejumlah kejanggalan.

Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Minggu (29/12/2019).

Mulanya, Handoko membandingkan ekspresi marah tersangka dengan perbuatan keji yang dilakukan hampir 3 tahun lalu.

"Kalau kita lihat dari video yang kurang lebih 8 detik tersebut dan apabila kita hanya menganalisis dari situ saja," ucap Handoko.

"Justru saya ingin katakan ekspresi tersebut bukanlah ekspresi yang termasuk dalam kategori marah yang sudah bisa membuat beliau ini melakukan hal yang sedemikian kejinya."

Soroti Penggunaan Pasal Pengeroyokan terhadap Tersangka, Novel Baswedan: Sangat Tidak Pas, Salah

Menurut Handoko, ekspresi yang ditampakkan oleh tersangka berinisial RB itu justru kurang mencerminkan kemarahan yang sesungguhnya.

"Artinya kalau kita bicara soal emosi marah yang dimaksud ini harusnya sudah yang level maksimum," kata Handoko.

"Dan ini saya tidak lihat dalam video yang durasinya sangat pendek itu."

Ia menambahkan, meskipun tersangka tampak berteriak dan membelakkan mata, itu tak cukup menunjukkan kebencian yang mendalam pada Novel Baswedan.

"Sebenarnya orang yang bersuara besar ketika marah ataupun dengan ekspresi wajah alisnya turun, kemudian matanya membelak itu belum tentu marah,' ujar Handoko.

Pakar Ekspresi Handoko Gani menduga motif pribadi bukanlah pendorong pelaku melakukan aksi penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan (YouTube Talk Show tvOne)

Handoko pun kembali menyebut kejanggalan lain pada ekspresi tersangka.

"Yang kedua, kalau dia marah belum tentu marah yang level sedemikian dendamnya sehingga menyiram seseorang dengan air aki," ucap dia.

"Jadi perlu ekspresi yang lebih dari itu."

Lantas, Handoko menilai, kejahatan yang dilakukan pada Novel Baswedan sangatlah berat.

Namun, hal itu tak ditunjukkan tersangka melalui ekpresi yang coba ditunjukkan ke awak media.

Halaman
1234