Terkini Daerah

4 Fakta Kasus Pencabulan Husein Alatas, Hipnotis Korbannya hingga Miliki Tato Wanita Telanjang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus didampingi Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedi Murti menggelar konpers kasus pencabulan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (20/12/2019).

Korban juga diminta menghadap ke dinding oleh pelaku.

"Awalnya pelaku menyuruh korban berbaring di atas karpet dengan posisi korban di suruh menghadap ke tembok bagian dalam kamar atau berlawanan dengan pintu," kata Yusri diutip dari WARTAKOTAlive.com, Jumat (20/12/2019).

Lantas, pelaku juga meminta korban menarik napas tiga kali.

Saat itu, pelaku mengucapkan sebuah doa yang membuat korban seketika terhipnotis hingga tak sadarkan diri.

"Teknisnya pelaku mulai melakukan pengobatan dengan cara tangan kanan pelaku memegang dan menekan bagian perut korban sebelah kanan dan tangan kirinya menepuk bahu sebelah kanan korban dua kali," ujar Yusri.

Melihat korban sudah tak sadarkan diri, pelaku pun segera melancarkan aksinya.

Pelaku langsung menutup pintu dan menguncinya agar aksi pencabulan itu tak diketahui orang lain.

Namun, saat pelaku melakukan aksi pecabulan, korban justru terbangun.

Korban pun merasa curiga karena baju terusan yang dikenakannya naik sampai ke paha.

"Dengan spontan korban berontak atau menepis tangan pelaku sambil berteriak ke luar ruangan," kata Yusri.

Husein Alatas (39) alias HA yang berprofesi sebagai ahli pengobatan alternatif dan dikenal sebagai pendakwah dihadirkan saat Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus didampingi Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedi Murti menggelar konpers kasus pencabulan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (20/12/2019). (WARTAKOTAlive.com/Budi Sam Law Malau)

 

Putrinya Jadi Korban Pencabulan Kakak dan Ayahnya, sang Ibu Mengaku Tak Menemukan Keanehan

3. Dugaan Adanya Korban Lain

Pihak kepolisian pun akan terus melakukan penyelidikan terkait kasus pencabulan yang menjarat Habib Alatas.

Sebab, diduga ada banyak pasien yang dicabuli pelaku.

Kecurigaan polisi itu muncul mengingat tempat praktik pengobatan alternatif milik pelaku sudah beroperasi bertahun-tahun.

"Sebab pelaku sudah tahunan membuka praktik pengobatan alternatif di Setu, Bekasi. Jadi masih kami dalami dugaan ada korban lainnya," ujar Yusri.

Halaman
123