"Nabi itu pemaaf bukan pendendam," tegas Taufik.
"Nabi penyabar bukan pemarah, Nabi penyayang bukan pembenci ya kan," imbuhnya.
Mendengar itu, Novel lantas menyela bahwa Rasullullah tegas dalam penegakkan hukum.
"Tapi hukum tegas, tapi hukum tegas, masalah hukum Rasullullah tegas," potong Novel.
Tak mau disela. Taufik sampai menyentuh paha Novel tanda dirinya ingin berbicara terlebih dahulu.
Taufik kembali mengatakan bahwa Nabi itu penyantun.
Nabi hanya membenci seseorang yang munafik.
• Soal Kasus Sukmawati dan Gus Muwafiq, Novel Bamukmin Debat dengan Tokoh NU: Tunggu Saya Lagi Bicara
"Nabi itu penyantun tidak pernah menipu orang untuk kepentingan pribadi, Nabi itu paling marah sama orang munafik karena orang munafik teriak A tapi hatinya tidak seperti A," kata Taufik.
"Jangan berbicara soal hati, hati itu urusan Allah," balas Novel.
"Enggak itu kan bisa dilihat," balas Taufik lagi.
"Enggak bisa dilihat," ujar Novel tak mau kalah.
Lantas perdebatan berlanjut, presenter sempat mencoba memberhentikan mereka.
"Baik, baik, baik," ujar presenter menengahi.
"Nabi diutus bukan untuk membongkar hati manusia," ucap Novel mengabaikan peringatan presenter.
"Bukan mbongkar manusia," balas Taufik lagi.