Sebab, menurutnya kini ada sejumlah petinggi BUMN yang hanya menjadi penikmat kekuasaan.
"Jadi saatnya Pak Erick Thohir ini membersihkan para penikmat jabatan, membersihkan orang-orang yang ada backingan kuat, sehingga BUMN kembali profesional," ujar dia.
Lebih lanjut, Said Didu memberikan peniaian terhadap kinerja Kementerian BUMN sebelum Erick Thohir menjadi menteri.
"Ya mohon maaf aja, 5 tahun terkahir itu kantor Kementerian BUMN itu bagaikan event organizer," ucap dia.
"Tiap minggu menteri harus bersama dirut, datang ke daerah selfie-sefie, hampir tiap minggu, ultah BUMN hampir tiap hari."
Ia pun menyebut Erick Thohir harus menyelesaikan setumpuk persoalan BUMN .
"Akhirnya sekarang Pak Erick panen persoalan, persoalan besar," kata Said Didu.
"Ada lima persoalan yang sedang dipanen, sedang cuci piring Pak Erick Thohir."
"Membersihkan orang-orang yang salah seleksi, kedua adalah utang BUMN yang bertambah hampir 3000 triliun, cash flow BUMN, BUMN rugi dan penugasan BUMN."
Simak video berikut ini menit 5.45:
Jadi Dalang Mahalnya Tiket Pesawat
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani buka suara soal kasus penyelundupan barang mewah oleh Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Ari Askhara.
Diketahui, Ari Askhara baru dicopot oleh Menteri BUMN, Erick Thohir menjadi Dirut lantaran penyelundupan spare part Harley Davidson dalam Pesawat Garuda.
Menjadi bintang tamu dalam tayangan Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Sabtu (7/12/2019), Hariyadi Sukamdani lantas menyinggung kenaikan tiket pesawat yang sempat dikeluhkan banyak pihak.
Ia pun mengungkapkan dugaan terkait keterlibatan Ari Askhara dalam polemik keniakan harga tiket pesawat.