Oleh karena itu, menurut Rocky Gerung, tak perlu menunggu 100 hari untuk mengevaluasi menteri yang gagal.
"Enggak perlu 100 hari buat evaluasi mana menteri yang gagal, justru di awal-awal seperti ini ketahuan mana yang bermutu, mana yang tidak," ujarnya.
Pembawa acara kemudian kembali menanyakan, siapa menteri yang saat ini tidak bermutu.
"Gampang itu, begitu kita Google, keluar itu 3-4 nama yang sekarang jadi public enemy karena tidak mengerti cara bernegara, compang camping kebijakan," ungkap Rocky Gerung.
Matahari di Kabinet
"3 nama itu siapa?," tanya pembawa acara.
Rocky Gerung yang enggan sebut nama malah tertawa dan bertanya pada Teddy Gusnaidi.
"Saya bukan enggak berani (sebut nama), tapi saya malas membayangkan lagi ke**ng**n," ucapnya.
"Prabowo termasuk enggak yang harus diganti," tanya pembawa acara lagi.
• Akhirnya Terlihat Lagi di Acara ILC, Rocky Gerung Jawab Alasan Menghilang: Saya Bosan
"Dari awal sudah bilang bahwa dia potensi, karena sorotannya terlalu banyak ke Prabowo," jawab Rocky Gerung.
"Seolah-olah nanti ada dua matahari, akibatnya semua menteri inggin jadi matahari."
"Lalu presiden jadi gelap karena disinari oleh semua matahari."
"Padahal presiden yang mustinya jadi mercusuar, untuk kasih sinyal, ke mana mustinya berlabuh, itu tidak terlihat itu," ungkapnya.
Rocky Gerung juga menyebut saat ini dunia internasional memberikan sorotan yang buruk ke Indonesia.
"Orang mau nunggu Pak Jokowi ngomong reshuffle itu nanti 100 hari pertama, tapi kemudian isu sudah berubah," tutur Rocky Gerung.