TRIBUNWOW.COM - Pengamat Hukum Tata Negara, Irman Putra Sidin membuat Pengamat Politik Rocky Gerung tertawa saat mendengar penjelasannya.
Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (3/12/2019), Imanputra Sidin menyinggung soal kritik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Selain Irman Putra Sidin dan Rocky Gerung, ada sejumlah tokoh yang juga menjadi bintang tamu di acara tersebut.
Satu di antaranya adalah Politisi PDI Perjuangan, Junimart Girsang.
• Debat Abu Janda yang Sebut 212 Sering Timbulkan Kontroversi, Habib Ali Ogah Tokoh 212 Disamakan Ahok
• Perbandingan Pesan Anies Baswedan di Reuni Akbar 212, Mulai dari Tahun 2017 hingga 2019
Mulanya, Irmanputra Siddin menyinggung nama Junimart Girsang yang mengaku menolak keberadaan Front Pembela Islam (FPI).
Menurut Irmanputra hal itu sah-sah saja, mengingat Junimart Girsang adalah seorang Anggota DPR RI.
"Saya kira saya klarifikasi dulu juga Pak Girsang tidak ada yang salah ya, Pak Girsang, Pak Junimart itu menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR," jelas Irman Putra.
Lantas, ia menyebut posisi Junimar Girsang sebagai anggota DPR mewajibkan Politisi PDIP itu harus berbicara di depan publik.
Meskipun, apa yang disampaikan Junimart Girsang tak selalu disetujui publik.
Rocky Gerung tertawa saat berada di acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (3/12/2019) (YouTube Indonesia Lawyers Club)
"Jadi memang harus berbicara, mungkin Beliau dapat dari konstituennya, jadi apa yang dibicarakan anggota DPR belum tentu kita senang mendengarnya, belum tentu kita setuju," tutur Irmanputra.
Lantas, Irman Putra menyinggung soal kekebalan yang diberikan pada wakil rakyat untuk berbicara di depan publik.
"Tapi Beliau harus mengungkapkan, baik di dalam parlemen maupun di luar parlemen,makanya kemudian kita berikan kekebalan untuk dia berbicara, silakan berbicara," ucap Irmanputra.
Reaksi Para Narasumber
Mendengar pernyataan itu, sontak Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan pun tepuk tangan.
Melanjutkan penjelasannya, Irmanputra pun menyinggung soal simbol negara.