Staf Khusus Presiden

Masuknya 7 Staf Khusus Milenial, Fadli Zon Sebut Jokowi Menggemukan Birokrasi

Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politisi Gerindra Fadli Zon saat paparkan kritiknya untuk Pemerintahan Jokowi

TRIBUNWOW.COM - Politisi Gerindra Fadli Zon menanggapi soal penambahan jajaran pembantu presiden dari kalangan anak muda.

Ia menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang melakukan hal yang berkebalikan dalam peemrintahannya saat ini.

"Pak Jokowi itu semangatnya dalam reformasi birokrasi adalah merampingkan, kan begitu,"

"Tetapi yang kita lihat, ini menggemukan birokrasi di atas, merampingkan birokrasi di bawah," papar Fadli Zon seperti yang dikutip dari tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (28/11/2019).

 

Billy Mambrasar Beberkan Tuntutan Jokowi pada Staf Khusus Milenial, Minta Patahkan Birokrasi

Menurutnya, saat ini banyak lembaga dibentuk Jokowi untuk membantu kinerjanya, seperti Kantor Staf Presiden, dan juga staf khusus.

Namun hal tersebut dinilainya tak akan efesien karena tumpang tindih.

"Apalagi staf khususnya hanya part timer, bukan full timer," ujar Fadli Zon.

Terlebih saat ini ada pernyataan mengenai penggantian eselon III dan eselon IV menjadi artificial intellegent.

Fadli Zon merasa khawatir dengan banyaknya orang yang masuk untuk diminta membantu kinerja presiden, akan membuat Jokowi kebingungan.

"Karena garbage in, garbage out, kalau masuknya sampah keluarnya sampah juga," ujar Fadli Zon.

Sementara itu, politisi PSI Dedek Prayudi mengatakan, soal efisiensi yang disinggung oleh Fadli Zon jangan dihitung dari jumlah uang yang keluar.

Dedek Prayudi juga mengatakan terkait dengan pemotongan eselon III dan eselon IV jangan dibenturkan pula dengan hal lain.

"Itu tidak patut dihubungkan dan dibenturkan dengan stafsus (Staf Khusus) milenial," ujar Dedek.

Kembali soal efisiensi, Dedek mengatakan sepakat dengan Fadli Zon.

Perdebatan antara Fadli Zon dengan Dedek Prayudi soal staf khusus milenial (YouTube Talk Show tvOne)

Namun, ia tak setuju dengan pernyataan tentang paruh waktu yang dilontarkan oleh Fadli Zon.

Halaman
123