Terkini Nasional

Eko Kuntadhi Singgung Ungkapan Habib Rizieq soal Presiden Ilegal, Begini Pembelaan Kuasa Hukum FPI

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menyinggung soal pernyataan Pimpinan Front Pembela Islam, Habib Rizieq mengenai 'presiden ilegal'.

Namun, Habib Ali tidak memperdulikan ujaran presenter lantaran dirinya tak ingin ada kesalahpahaman soal khilafah menurut FPI.

"Nggak masalah, kita jelaskan khilafah versi FPI itu jelas dalam anggaran rumah tangga itu jelas, khilafah versi FPI itu apa, dirincikan," ujar Habib Ali.

"Beda dengan khilafah versi HTI?," tanya presenter lagi.

Habib Ali menegaskan bahwa khilafah versi FPI dan HTI itu berbeda.

Ia mengatakan bahwa penjelasan khilafah dalam FPI itu sudah detail dan jelas.

"Beda jadi jelasnya kenapa karena bukan berusaha beda, kami ini punya prinsip punya punya ajaran, punya tuntunan berdasarkan anggaran rumah tangga kita itu dijelaskan secara rinci dan definitif," papar Habib Ali.

Habib Ali menjelaskan bahwa khilafah dalam FPI itu mendorong agar negara-negara konferensi Islam bisa saling memperkuat kerja sama.

"Maksudnya itu apa sih khilafah dalam versi FPI ini, FPI ini di dalam penegakkan khilafah yang termaktub dalam dokumen resmi?"

"Kita itu adalah mendorong negara-negara organisasi konferensi Islam, organisasi kejaksaan Islam untuk memperkuat kerjasamanya," jelas Habib Ali.

• Ali Ngabalin Minta Habib Rizieq Sadar Situasi: Dalam Posisi Ini Kita Percayakan pada Negara

Habib Ali mengatakan, kerja sama itu bisa dalam bentuk berbagai bidang.

"Contoh kerjasama dalam bidang ekonomi, kerja sama dalam bidang pertahanan, kerja sama dalam bidang pendidikan, kerja sama dalam bidang hukum."

"Nah itu kan sebenarnya dalam Uni Eropa pun sudah dibikin," terang Habib Ali.

Habib Ali melanjutkan, Indonesia sudah berusaha menjalin kerja sama dengan negara-negara lain, terutama di ranah Asean.

"Bahkan di indonesia pun mencoba untuk ikut dalam permasalahan itu dalam sifat yang ASEAN," jelasnya.

"Yang begini-begini kan mesti kita jelaskan memang, memang kita jelaskan," tegas Habib Ali. (TribunWow.com/Mariah Gipty)