Ahok Jadi Bos Pertamina

Marwan Batubara Imbau Ahok Mundur dari Pertamina, Arya Sinulingga: Anda Berhalusinasi?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Adu argumen Marwan Batubara dan Arya Sinulingga soal Ahok.

"Saya kira ini tidak bener, saya tidak mau itu, mimimal bagi saya lah, saya tidak bisa menerima itu."

Arya Sinulingga dan Marwan Batubara adu argumen soal dugaan kasus korupsi Ahok yang tak ditangani KPK. (Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club)

Ragukan Komitmen KPK, Marwan Batubara Ungkit Rekam Jejak Ahok, Terkena 12 Kasus Dugaan Korupsi

Hukuman Ahok Telah Selesai, MUI Imbau Kegiatan Reuni 212 Tak Dilaksanakan Tahun Ini: Gak Penting

Namun, pendapat Marwan ini langsung dibantah oleh Arya Sinulingga.

"Kasus yang disebut tadi sama Bang Marwan Batubara ini adalah kasus yang masuk KPK," jelas Arya.

"KPK yang mengatakan tidak diteruskan, kita kan tahu KPK ini sangat independen," imbuhnya.

Lantas, Arya menyinggung soal sejumlah menteri Jokowi yang tertangkap oleh KPK.

"Menterinya Pak Jokowi kemarin berapa orang yang ditangkap?," tanya Arya.

"Artinya menterinya Pak Jokowi aja ditangkap, ditersangkakan, apalagi seorang Ahok? Siapa sih Ahok sampai KPK enggak berani seperti kata Bang Marwan tadi?," sambungnya.

Arya mengimbau Marwan Batubara untuk tak meragukan kinerja KPK sebagai lembaga antirasuah.

"Jangan nanti kita untuk hal-hal tertentu kita katakan KPK ini hebat, tapi kasus ini 'Ah udah dibeli dia'," ungkap Arya.

"Lah ini mana? Kita konsisten saja, KPK jelas-jelas mengatakan ini tidak ada korupsinya."

Lantas, Arya menyebut Marwan Batubara berhalusinasi dalam mengutarakan pendapat.

"Mereka tidak meneruskan kasusnya, tadi semua yang dikatakan oleh Bang Marwan itu adalah halusinasinya Bang Marwan," kata Arya.

Pendapat Arya itu pun memancing tepuk tangan penonton acara.

Lebih lanjut, Arya kembali mengimbau Marwan Batubara untuk tak berhalusinasi dalam menyampaikan pendapat.

"Jadi kaum milenial (bertanya) Bang Marwan ini dalam kondisi halu? Ini yang berbahaya kalau sudah dalam kondisi halusinasi," ujar Arya.

Halaman
1234